Wawali Tutup MTQ ke-XI Tingkat Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Wakil Walikota Bima H. Arahman H. Abidin secara resmi menutup MTQ ke-XI tingkat Kota Bima yang diselenggarakan di Masjid Agung Al Muwahidin Bima, Jumat (28/10).

Wakil Walikota Bima saat menyampaikan sambutan penutupan MTQ ke-XI tingkat Kota Bima. Foto: Hum

Wakil Walikota Bima saat menyampaikan sambutan penutupan MTQ ke-XI tingkat Kota Bima. Foto: Hum

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah kepala SKPD, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bima, camat, lurah serta ratusan masyarakat yang ikut serta memeriahkan malam penutupan MTQ.

“Pelaksanaan MTQ ini merupakan momentum untuk menjadikan masyarakat Kota Bima yang Qurani dan menjadikan Al Quran sebagai pedoman hidup. Karena segala petunjuk semuanya ada di Al Quran, Dengan MTQ ini pula dapat membangkitkan semangat kita untuk banyak membaca Al Qur’an,” ujar Wakil Walikota Bima dalam sambutannya.

Atas nama Pemerintah Kota Bima, dirinya menghimbau agar kiranya masyarakat selalu menjaga kerukunan, perdamaian dan silaturahim antar sesama. Karena itu perintah agama, seperti yang tercantum dalam kitab suci Al Quran.

“Mari kita jaga ukhwah islamiah, demi terwujudnya kehidupan yang madani dan penuh cinta kasih,” ajaknya.

Mantan anggota dewan itu juga turut mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran panitia dan Dewan Hakam, karena pelaksanaan MTQ dapat berjalan dengan baik. Panitia juga telah bekerja maksimal, hingga acara dapat berjalan sesuai rencana.

Kemudian bagi peserta yang meraih predikat terbaik, agar terus berlatih untuk meningkatkan kemampuan, karena perhelatan MTQ tingkat Provinsi NTB sudah menanti.

Dari arena MTQ, berdasarkan Keputusan Dewan Hakim, kafilah Kecamatan Asakota berhasil meraih Juara umum MTQ, setelah mengantarkan peserta terbanyak dalam meraih predikat terbaik.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *