Proyek Dibongkar, Petugas PU Adu Mulut Dengan Warga

Kota Bima, Kahaba.- Setelah Rabu Malam (5/9) warga menanam pisang di atas pengerjaan proyek saluran air yang dikerjakan CV. Sepakat. Sekitar pukul 10.00 Wita kamis pagi  (6/9), petugas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bima terlibat adu mulut dengan warga akibat adanya aksi warga yang hendak membongkar proyek tersebut di lokasi proyek. Akhirnya, karena terlihat tak menunjukkan itikad baik menyelesaikan hingga sore harinya,  pembongkaran total pun  dilakukan warga setempat dan menuntut untuk dilakukan pengerjaan ulang dengan kualitas proyek yang memenuhi standar bestek yang ada.

Warga bongkar proyek saluran air di Rabangodu Utara

Petugas PPK Dinas PU Kota Bima, M. Nasir kepada warga menyatakan bukan pengerjaan proyek yang tidak bagus. Dirinya beralasan bahwa pengerjaan proyek tersebut belum rampung 21 hari dari pengecoran sudah dilewati oleh kendaraan, dan itu adalah kesalahan warga sendiri.

Sementara itu dari pihak warga, M. Yunus mengungkapkan bahwa pengerjaan proyek gorong-gorong sangat tidak maksimal dan terkesan dikerjakan asal-asalan. Dirinya mencontohkan seperti pengerjaan fisik yang berbentuk seperti gundukan tinggi dan sangat menghambat lalu-lintas kendaraan di sekitar wilayah itu.

“Hal lain yang sangat mengecewakan adalah pengerjaan dengan campuran semen yang tidak berkualitas. Ini terlihat dari kondisi gorong-gorong yang kini telah mengalami kerusakan dan juga terdapat pengerjaan drainase yang ada di samping proyek tersebut yang sangat dikeluhkan oleh warga pejalan kaki dan telah menelan korban karena ada warga yang terjatuh saat melintasinya,” ujar Yunus.

Mendapati ada aksi warga, pemilik proyek, Arif mendatangi lokasi proyek dan menyatakan kesanggupannya untuk memperbaiki kembali pengerjaan proyek yang dimaksud tersebut. Pernyataan Arif akhirnya berhasil menenangkan warga Rabangodu Utara yang tidak terima dengan kondisi pekerjaan proyek tersebut.

Seperti yang telah dikabarkan sebelumnya, puluhan warga Rukun Warga (RW) 03 Kelurahan Rabangodu Utara membongkar paksa pembangunan jembatan di jalan Ua Teko Rabangodu Utara. Pembongkaran yang dilakukan hari Kamis (6/9) sore, dinilai warga karena pengerjaan proyek pemerintah tersebut dilakukan asal jadi oleh pihak kontraktor. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *