BEM STIH Sorot Kasus Bawang Merah dan Perekrutan Pol PP

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kasus dugaan penyalahgunaan anggaran pengadaan bibit bawang merah dan rekrutmen Pol PP lingkup Pemerintah Kabupaten Bima menuai sorotan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIH Muhammadiyah Bima.

BEM STIH saat aksi didepan Kantor Pemkab Bima. Foto: Ady

Dalam aksinya di Kantor Pemerintah Kabupaten Bima, Senin (23/1) pagi para mahasiswa mendesak Bupati Bima segera mengevaluasi semua pejabat birokrasi yang diindikasi terlibat dalam kasus bibit bawang merah Tahun 2016.

“Kami minta Bupati tindak tegas semua pejabat yang menerima aliran dana dari pengadaan bibit bawang merah ini,” desak Koordinator Aksi, Rustam AR dalam orasinya.

Menurut Rustam, pengadaan bibit bawang merah bernilai puluhan miliar ini tidak hanya merugikan negara. Namun, para petani bawang juga sangat dirugikan karena penyalurannya tidak sesuai waktu dan bibit tidak berkualitas.

“Sangat ironis, pemerintah membagikan bibit kepada petani sementara musim tanam sudah lewat. Mau diapakan oleh petani bibit itu?,” tanya Rustam.

Begitu juga dalam perekrutan personil Sat Pol PP sorotnya, sangat kuat indikasi tidak sesuai prosedur dan tercium aroma penyuapan. Pihaknya mendapatkan laporan, dari ratusan Pol PP yang direkrut rata-rata menyetor puluhan juta perorang sebagai pemulus masuk.

“Ini tidak benar. Bupati Bima harus tegas dan tidak boleh membiarkan kemungkaran ini terjadi,” tegasnya.

Hingga Pukul 12.30 Wita, belum satu pun perwakilan Pemerintah Kabupaten Bima menemui massa aksi. Mahasiswa kemudian sejenak sholat berjamaah di masjid dalam areal kantor dan berencana melanjutkan kembali aksi hingga Bupati Bima mau menemui mereka.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *