Reses, M. Nor Paparkan Proyek yang Dikerjakan di Bonto

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kota Bima Dapil I Kecamatan Asakota M. Nor menjelaskan sejumlah pekerjaan proyek yang sudah dan akan dikerjakan pada tahun 2017. Penyampaian itu dilakukan dihadapan warga Lingkungan Bonto Kelurahan Kolo saat Reses, Jumat (7/7).

Anggota DPRD Kota Bima Dapil I saat Reses di Lingkungan Bonto Kelurahan Kolo. Foto: Bin

Menurut Nor, sudah banyak hasil Reses pada tahun sebelumnya yang masuk dalam program pemerintah untuk Bonto. Artinya, Reses yang dilaksanakan 3 kali dalam setahun itu tidak sia-sia. Melainkan para wakil rakyat di Dapil Asakota benar – benar memperjuangkan aspirasi warga.

“Makanya kami berharap pada tiap kali Reses warga menyempatkan hadir dan menyampaikan aspirasinya,” pinta Nor.

Ia menyebutkan, adapun sejumlah proyek yang masuk di Kelurahan Kolo pada tahun 2017 seperti Pustu direhab, jalan ekonomi Oi Caba, sejumlah peningkatan jalan. Kemudian lanjutan usaha tani, talud, aspal jalan di RT 20, pagar SDN 34.

“Hasil Reses ini sebagian sudah dinikmati oleh warga Bonto, dan tahun 2017 sejumlah aspirasi saat Reses tahun sebelumnya juga akan rampung dikerjakan,” tuturnya.

Duta PAN itu mengakui, Dewan Dapil Asakota sudah dua kali menggelar Reses di Lingkungan Bonto. Hasilnya pun sudah banyak dinikmati oleh masyarakat. Untuk itu, dirinya berharap pada tiap kali Reses benar – benar dimanfaatkan untuk menyampaikan aspirasi yang bersifat kepentingan umum.

Pada kesempatan itu, sejumlah warga setempat kembali menyampaikan aspirasi. Salah seorang warga, M. Tayeb meminta agar deker jalan segera dibuat. Karena percuma saja jalan dihotmik, sementara deker yang berfungsi untuk saluran air tidak ada.

“Saat hujan di Bonto pasti becek. Karena tidak ada deker saluran air untuk membuang air ke laut,” jelasnya.

Tayeb juga meminta agar dewan memperhatikan petani jagung dengan memberikan bibit jagung. Karena selama ini petani di Bonto belum pernah menerima bantuan bibit jagung.

Warga Bonto saat menghadiri Reses anggota dewan. Foto: Bin

Warga lain, Saharudin meminta agar dewan membantu pipanisasi untuk air di tempat kuburan Bonto. Karena selama ini warga yang ziarah kubur selalu kesulitan air, sementara air harus diambil dari lokasi yang terbilang jauh.

H. Lukman, tokoh masyarakat setempat juga meminta sumur bor di So Saranta dan pelebaran gang untuk memudahkan akses warga. Karena selama ini, jika ada warga yang sakit mobil Ambulance susah masuk ke rumah warga karena kondisi jalan yang sempit.

Menjawab aspirasi warga tersebut, lebih awal salah seorang anggota dewan Khalid meminta kepada kelompok tani yang butuh pupuk dan bibit jagung agar menghubungi dirinya.

“Silahkan hubungi saja saya. Karena saya Ketua Pemuda Tani Kota Bima,” sarannya.

Sementara M. Nor berjanji akan mengupayakan sejumlah aspirasi itu untuk diperjuangkan. Meski prosesnya membutuhkan waktu.

“Tapi kami janji, aspirasi yang bersifat penting untuk kepentingan umum akan kami perjuangkan sampai terealisasi,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *