Ini Unsur Penilaian Lomba KRPL Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Lomba pemanfaatan pekarangan rumah atau Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Kota Bima tahun ini diikuti 5 kelompok yang mewakili masing-masing Kecamatan. Salah satu yang terbaik dari 5 kelompok akan mewakili Kota Bima pada lomba tingkat provinsi. (Baca. Lomba Pemanfaatan Pekarangan Dinilai Tim DKP)

Foto bersama jajaran DKP dan Kelompok tani. Foto: Ady

Lalu, hal apa saja yang menjadi standar penilaian? Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Bima, Carma Sanjaya menjelaskan, unsur penilaian tim tidak hanya satu item.

Ada beberapa indikator yang dinilai, seperti keragaman KRPL. Idealnya KRPL terdapat tanaman obat-obatan, sayuran, buah-buahan, tanaman karbohidrat, dan tanaman hias.

Berikutnya, terdapat unsur ternak (unggas) dan ikan. Hal ini selarang dengan program Provinsi NTB yakni tanaman cabe terintegrasi unggas atau disingkat Tancap Gas.

Tim juga menilai aspek penataan, perawatan dan pemeliharaan. “Karena ada kelompok-kelompok yang menanam saja tapi kurang perawatan dan pemeliharaan. Sehingga bagian ini juga sangat menentukan,” jelasnya saat turun menilai bersama tim di Kelurahan Santi, Selasa (18/7) pagi.

Selanjutnya, pembukuan, administrasi dan partisipasi anggota juga tak luput dari penilain. Dari beberapa item penilaian ini, semua punya bobot nilai yang sudah ditetapkan.

“Hasil penilainnya nanti akan kita umumkan dan yang terbaik akan mengikuti lomba tingkat provinsi,” jelas dia.

Ia berharap, berpatisipasi ibu-ibu untuk memanfaatkan pekarangan rumah tidak hanya sebatas anggota kelompok saja. Masyarakat lain bisa ikut menggalakkan program serupa di rumah masing-masing.

“Hasil KRPL bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga dan bisa juga dijual untuk mendukung peningkatan ekonomi. Seperti hasil unggas, tanaman cabe, dan seledri,” tambahnya.

*Kahaba-03 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *