LPA dan AKBID Surya Mandiri Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja

Kota Bima, Kahaba.- LPA Kota Bima bersama Akbid Surya Mandiri Bima menggelar sosialisasi kesehatan reproduksi remaja, di SMP Muhammadiyah Kota Bima, Sabtu (14/10). Kegiatan dimaksud dalam rangka Program Pendidikan Berkarakter dan Sekolah Ramah Anak.

Dosen Akbid Surya Mandiri Bima saat menyampaikan materi Sex Education kepada pelajar. Foto: Dok. Akbid Surya Mandiri

Dosen Akbid Surya Mandiri Bima Nurul Qamarya saat menyampaikan materi tentang Sex Education menjelaskan, kesehatan reproduksi tidak hanya terbatas pada sebagian golongan, kaum muda atau orang tua saja. Tetapi kesehatan reproduksi sangat penting untuk diketahui oleh semua kalangan terutama kaum remaja.

“Remaja merupakan aset masa depan yang harus dipersiapkan semuda mungkin, untuk menjadi generasi emas bagi pembangunan negeri,” paparnya.

Untuk menjadi generasi yang produktif sambungnya, semua berawal dari kesehatan jasmani, rohani, dan psikologis. Kesehatan reproduksi adalah kondisi kesehatan yang sempurna atau sejahtera secara fisik, mental dan sosial. Bukan hanya sekedar terbebas dari penyakit atau kecacatan saja.

Untuk memperoleh kondisi sehat secara utuh pada kalangan remaja amatlah berat, maka perlu dukungan dari semua kalangan terutama orangtua. Kurangnya pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi dapat membuat remaja tersebut mengesampingkan hal-hal yang dapat merusak dan menghancurkan masa depannya.

“Jika remaja memahami kesehatan reproduksi secara benar, mereka akan memiliki sikap dan tingkah laku yang bertanggungjawab, dan dapat memproteksi diri sejak awal dari hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Selain itu kata Nurul, hal yang dapat merusak generasi kota Bima adalah narkoba dan free seks. Solusinya, mengenalkan para remaja dan anak tentang bahaya narkoba dan sex bebas serta dampak negatif yang ditimbulkannya. Seperti menurunnya konsentrasi, gila, bahkan kematian.

“Seks bebas dapat menyebabkan infeksi menular seksual, hamil diluar nikah yang menjadi pemicu pernikahan dibawah umur, aborsi, kematian ibu dan janin akibat belum matangnya organ reproduksi,” tuturnya.

Kegiatan tersebut antusias diikuti pelajar setempat. Itu terlihat dari tanggapan dan keseriusan pelajar mendengarkan penjelasan pemateri.

Sementara itu, Anggota LPA Kota Bima Lily Marfuatun mengatakan, pendampingan yang dilakukan ini adalah kegiatan yang berkelanjutan setiap pekan dengan materi yang berbeda, demi terwujudnya Pendidikan Sekolah Berkarakter dan Ramah Anak di Kota Bima.

“LPA dalam hal ini menggiatkan Sekolah Ramah Anak dalam bentuk sosialisasi ke sekolah – sekolah sebagai upaya pencegahan kekerasan n perlindungan anak berbasis sekolah,” tambah perempuan yang juga Dosen AKBID Surya Mandiri Bima. itu.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *