“Main Mata” Dibalik Proyek Convention Hall

Kota Bima, Kahaba.- Proyek Convention Hall yang dipersiapkan untuk kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Indonesia (APEKSI) tahun 2013 mendatang diduga ada ‘main mata’ antara Pemerintah Kota Bima dengan pihak ketiga.

Data pemenang tender pembangunan lanjutan gedung Paruga Nae. Gambar: LPSE Kota Bima

Dialokasikannya dana tambahan dalam Rancangan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2012 senilai Rp 700 juta dikecam angora DPRD Kota Bima, Alfian Indra Wirawan. Ia menilai, anggaran ini terkesan dipaksa  untuk dimasukkan dalam APBD-P TA 2012, apalagi ada dugaan anggaran itu telah digunakan.

“Langkah eksekutif ini kan aneh. Semestinya, setelah penetapan APBD-P 2012, baru dialokasikan dan ditenderkan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pihak eksekutif harus berkordinasi dengan kami di legislatif, baru mengalokasikan dana itu ke pihak ketiga. Apa kurang  dana itu? Bagaimana pula pertanggungjawaban anggaran awal yang menelan biaya sekitar Rp 2,1 miliar di proyek tersebut? apa sudah selesai dikerjakan!

“Kemungkinan dana Rp 700 juta itu telah ditender dan dicairkan pihak eksekutif,” tuding lelaki yang akrap di sapa Pawang.

Kepada Kahaba, Rabu (3/10/2012) di ruangan Komsi C, DPRD Kota Bima, lanjut duta Partai Golkar tersebut, pengelola proyek Paruga Nae yang awalnya ada di Bagian Umum Setda Kota Bima ternyata dialihkan pada Rencana Anggaran Satuan Kerja (RASK) Bagian Administrasi Umum Pemerintahan. Dan anggaran Rp 700 juta itu di ambil dari dana kantor kelurahan yang sudah direncanakan sejak awal. “Ada ‘permainan’ apa dibalik semua ini. Padahal pihak kelurahan sangat membutuhkan anggaran tersebut,” tukasnya.

Dari penelusuran Kahaba di situs Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa Sistem Elektronik (LPSE) Kota Bima, terlihat anggaran lanjutan proyek Paruga Nae yang disulap menjadi Convention Hall telah ditenderkan. Dari data tersebut pemenang atau pelaksana proyek adalah CV. Padolo dengan harga penawaran Rp 681.168.000 yang diduga berdasarkan sumber kahaba adalah milik Haryono (Baba Ngeng). Tampak pula urutan harga penawaran empat besar yang hanya selisih rata-rata Rp 1 juta dalam data itu diduga ada ‘skenario’ di belakang.

Walikota, H. Qurais. H. Abidin tak ada jawaban perihal anggaran Rp 700 juta itu. Saat penyampaian pandangan eksekutif terhadap tanggapan fraksi-fraksi di DPRD Kota Bima yang menyinggung penambahan dana proyek Convention Hall, Walikota tak menjawab dalam nota pandangannya. Paripurna tersebut berlangsung, Selasa, 2 Oktober 2012 kemarin, si ruang paripurna DPRD Kota Bima. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *