Kabupaten Bima Status Siaga Darurat Banjir, Longsor dan Puting Beliung

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pemerintah Kabupaten Bima menetapkan status siaga darurat banjir, tanah longsor dan puting beliung hingga Maret 2018 mendatang. Baca. Sungai Meluap, Sejumlah Desa di Belo Diterjang Banjir)

Banjir di Kecamatan Belo. Foto: Istimewa

Untuk memudahkan koordinasi, pemerintah daerah telah mengaktifkan posko siaga banjir, tanah longsor dan puting beliung yang berlokasi di Kantor BPBD Kabupaten Bima di Desa Penapali Kecamatan Woha. (Baca. Laporan BPBD, Ada 13 Desa Terdampak Banjir)

Minggu (14/1) pagi tadi, BPBD bersama warga bekerjasama untuk membersihkan sampah dan lumpur sisa banjir. Rencananya hari ini BPBD juga akan menyalurkan bantuan logistik kepada warga korban banjir di 13 desa. (Baca. Tinjau Korban Banjir, Bupati Bima Koordinasi dengan BWS NTB)

“Logistik yang akan didrop berupa air mineral, minyak goreng, mie instan, makanan siap saji serta menurunkan 5 alat pompa untuk membantu kegiatan pembersihan,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Bima dalam laporannya.

Selain itu, kebutuhan mendesak yang diperlukan warga saat ini berupa paket kebersihan untuk membersihkan lumpur dan sampah sisa banjir di dalam rumah maupun perkampungan warga.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *