Pembacokan di Lampe Dipicu Masalah Motor

Kota Bima, Kahaba.- Berdasarkan hasil pemeriksaan awal penyidik Polisi terhadap kasus pembacokan di Kelurahan Lampe Sabtu (26/1/2013) malam, pelaku TA (27) diketahui melukai IL (30) iparnya sendiri, lantaran dipicu kecurigaan bahwa sepeda motor miliknya dicuri oleh korban.

Ilustrasi

Ilustrasi

Kapolres Bima-Kota, AKBP. Kumbu KS, Sik yang dihubungi di kantornya, Senin (28/1) menjelaskan pelaku yang ditangkap beberapa jam setelah kejadian, mengaku bahwa tindakan nekatnya tersebut lantaran menduga sepeda motornya dicuri korban IL. Karena geram, kemudian ia menghadang korban yang baru pulang dari menjenguk mertuanya yang sakit.

Terkait pengakuan itu, kepolisian akan terus membuktikan tudingan pelaku. “Motif itulah sementara yang dapat disimpulkan dari pengakuan TA. Tapi terlepas dari alasan itu, Ia kini telah ditahan dan berstatus tersangka dari kejahatan yang dilakukan,” terang Kumbul.

Sebagaimana yang telah diberitakan, sebelum aksi pembacokan itu pelaku dan korban  diketahui terlibat adu mulut di kediaman mertua mereka di Kelurahan Lampe. Pada pukul 19.30 WITA, ketika Ilham dan istrinya hendak pulang menuju Kelurahan Mande, ia dihadang oleh TA yang membawa senjata tajam berjenis parang, sekitar 300 meter dari rumah mertuanya.

Pelaku kemudian membacok korban menggunakan parangnya hingga jatuh tersungkur. Akibatnya IL mengalami luka luka bacok pada bagian kepala, tangan, kaki, dan perut. Oleh warga setempat ia kemudian dibawa ke RSUD Bima untuk mendapatkan pertolongan medis. Bahkan akibat luka yang cukup serius itu, kini korban dirujuk ke Rumah Sakit Mataram.

Sementara itu beberapa saat paska kejadian polisi langsung bergerak melakukan pencarian terhadap pelaku. Anggota Satuan Buru Sergap (Buser) Polres Bima Kota yang dibantu oleh sejumlah warga melakukan penyisiran ke arah pegunungan dekat perkampungan. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *