oleh

Bupati Bima Dipanggil Sang Khalik

-Kabar Bima-1.183 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Bima berkabung. Belum kering air mata masyarakat Bima yang dilanda banjir akibat guyuran hujan yang tiada henti tiga hari terakhir, air mata itu kembali menetes.

Bupati Bima, Sultan H. Ferry Zulkarnain, ST.
Bupati Bima, Sultan H. Ferry Zulkarnain, ST.

Sang pemimpin Bima yang baru saja dinobatkan menjadi Sultan Bima, Sultan H. Ferry Zulkarnain ST, dipanggil Sang Khalik dalam usianya yang relatif muda. Bupati Bima dua periode itu, ‘menutup mata’ pada usianya ke-49 tahun.

Tidak ada yang menyangka, pemimpin yang dikenal energik dan dinamis itu begitu cepat dipanggil menghadap Illahi. Ide dan gagasan cemerlang, program-program yang inovatif, dan terobosan-terobosan yang terkadang kontroversial namun tepat dan menyentuh rakyat, tak bisa dipungkiri masih dibutuhkan rakyat.

Namun, apa hendak dikata. Tuhan mungkin merencanakan yang lain sehingga pemimpin yang kalem dan bersahaja itu, dipanggil sebelum menikmati hari-hari tuanya bersama keluarga tercinta.

Informasi yang dihimpun, Bupati yang juga Raja Bima, Sultan H. Ferry Zulkarnain ST, meninggal di RSUD Bima, Kamis (26/12/13) sekitar pukul 07.15 Wita. Sultan Bima ke-16 ini, sebelumnya dirujuk sekitar pukul 05.00 Wita karena sakit.

Sebelum jatuh sakit, informasinya Sultan Bima yang akrab dipanggil Dae Ferry sempat berkunjung ke Kecamatan Monta untuk memantau banjir.

Sultan H. Ferry Zulkarnain, ST lahir di Bima pada Tanggal 1 Oktober 1964. Putra Pertama Sultan H. Abdul Kahir. Kepergian Dae Ferry meneteskan airmata rakyat Bima, kerabat dekat dan keluarga. Terutama sang istri Indah Damayanti Putri dan dua anaknya.

Karier politik Dae Ferry sebelum sukses menjadi pemimpin Kabupaten Bima, terbilang bagus. Mulai terjun dunia politik, dia memilih Partai Golkar.

Perjalanan karier politik Dae Ferry dari waktu ke waktu di partai berlambang pohon beringin tersebut, secerah matahari. Menjadi Ketua Umum Partai Golkar Kota Bima hingga mengantarnya menduduki kursi Ketua DPRD Kota Bima.

Beberapa tahun memimpin lembaga penyambung aspirasi rakyat Kota Bima, tepatnya tahun 2004, Dae Ferry diusung partainya untuk maju dalam kompetisi demokrasi dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bima berpasangan dengan Drs. H. Usman AK. Dae Ferry-Usman pun berhasil memenanginya saat itu.

Tahun 2009, pada musyawarah daerah Partai Golkar Kabupaten Bima, Dae Ferry kembali terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Namun, kali ini dia memimpin partai warna kuning itu di wilayah Kabupaten Bima. Setelah sebelumnya kepemimpinannya di Partai Golkar Kota Bima sudah demisioner.

Selama memimpin Kabupaten Bima periode 2004-2009, tak bisa dipungkiri keberhasilan-keberhasilan pembangunan fisik, ekonomi, dan sosial kemasyarakatan. Keberhasilan itulah yang menjadikan rakyat Kabupaten Bima mencintainya hingga mengantarnya kembali memimpin daerah periode berikutnya, 2010-2015.

Pada periode kedua ini, Dae Ferry mengganti tandem dalam membangun Kabupaten Bima. Drs. Syafrudin HM. Nor, M.Pd dipilih untuk mendampinginya dalam pesta demokrasi saat itu. Dia dan tandemnya berhasil menang telak dari kontestan lain untuk memimpin Kabupaten Bima hingga saat ini, di mana saat Dae Ferry menutup mata selamanya sebelum masa kepemimpinannya berakhir.

Menurut informasi dari kalangan birokrasi, Dae Ferry sebenarnya akan membuka secara resmi Jambore di Kecamatan Wawo, Kamis (26/12/13) pukul 08.00 Wita. Kemudian Jumat (27/12/13), Dae Ferry diagendakan menyerahkan sejumlah bantuan peralatan dari Disperindag, Disnakertrans, dan Dinas Pertanian sekitar pukul 09.00 Wita.

Jenazah Bupati Bima, H. Ferry Zulkarnain, ST saat disemayamkan di Pendopo Bima. Foto: AGUS
Jenazah Bupati Bima, H. Ferry Zulkarnain, ST saat disemayamkan di Pendopo Bima. Foto: AGUS

Jenazah Sultan Bima ke-16 disemayamkan di kediamanya Pendopo Bima. Ribuan pelayat memadati rumah duka. Sejumlah pegawai Pemkab dan Pemkot Bima, jajaran DPRD Kabupaten dan Kota Bima, unsur Muspida, BUMN, BUMD dan BUMS, dan masyarakat Kota dan Kabupaten Bima datang melayat.

Walikota Bima, HM. Qurais H. Abidin, Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin, Kapolres Bima Kota dan Dandim Dompu juga datang melayat.

Rencananya, almarhum akan dimakamkan di Kompleks Pemakaman Raja Bima, Dana Traha. Waktunya masih menunggu kedatangan anak pertamanya, Yandy, yang ada di Bandung dan kerabat-kerabat lainnya di Jakarta.

Selamat jalan Dae ferry, Sultan Bima dan Bupati Kabupaten Bima. Semoga Allah menempatkan arwahmu di sisiNya.

*YUDHA

Komentar

Kabar Terbaru