Bupati dan Wabup Bima Minta Atraksi Lanca dan Tarian Bela Leha Dilestarikan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri dan Wakil Bupati Bima Dahlan M. Noer meminta agar \atraksi Lanca dan Tari Bela Leha asal Kecamatan Lambitu dilestarikan. Bila perlu, kebudayaan tersebut bisa diketahui dunia.

Atraksi Lanca di Pawai Budaya HUT Bima. Foto: Noval

Atraksi Lanca di Pawai Budaya HUT Bima. Foto: Noval

Atraksi Lanca, adalah tari yang dimainkan beberapa orang anak, menggunakan pakaian adat hitam, serta diirnngi dengan musik tradisional. Atraksi dengan cara saling tendang itu menambah kemeriahan Pawai Budaya HUT Bima ke-376 Tahun 2016.

Semua tamu undangan terkesima melihat penampilan bocah-bocah tersebut, hingga Bupati Bima langsung meminta agar Camat Lambitu melestarikan budaya yang dinilai unik itu.

“Atraksi ini harus dilestarikan, agar dunia tahu Kabupaten Bima memiliki sejuta budaya,” ujar Bupati.

Pemeran Tarian Bela Leha

Pemeran Tarian Bela Leha

Usai Atraksi Lanca, Tari Bela Leha yang juga dari Kecamatan Lambitu tampil. Tidak tinggal diam, Wakil Bupati Bima, setelah melihat aksi dari kelompok tari yang didominasi ibu-ibu itu juga meminta agar terus dilestarikan.

“Ini penting dan wajib kita lestarikan,” katanya.

Tari Bela Leha, adalah tari yang diperankan ibu-ibu berpakaian rimpu dan memakai daun lontar sebagai penutup kepala. Sambil menari, ada satu orang yang menyanyikan lagu khas tari tersebut.

*Noval

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *