Wawali Bima Lepas Pengiriman Ratusan Ton Jagung Menuju Pasar Nasional

Kota Bima, Kahaba.- Wakil Walikota (Wawali) Bima Feri Sofiyan melepas secara resmi pengiriman perdana Jagung Pulau sumbawa Menuju Pasar Nasional, Kamis (13/6) di Gedung PT Sarrotama Dhama Kalpariksa Kota Bima.

Foto bersama Wakil Walikota Bima dan pihak terakait usai pengiriman jagung ke pasar nasional. Foto: Ist

Puluhan petani jagung turut meramaikan acara pelepasan tersebut dan dihadiri AsistenPerekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bima Hj Rini Indriati, Staf Ahli Walikota Bima M Farid, Direktur Utama PT PPI Agus Andi Yani, Direktur Perdagangan Dalam Negeri PT PPI Anton Mart Irianto, Sekretaris Jenderal Dewan Jagung Nasional Maxdeyul Sola dan Direktur PT. Sarrotama Dhama Kalpariksa Nunik Sri Martini serta para tamu undangan lainnya.

Sekjen Dewan Jagung Nasional Maxdeyul Sola dalam sambutannya menjelaskan, target 500 ribu ton untuk tahapa pertama, guna memenuhi cadangan kebutuhan jagung sebesar 2 juta ton, agar harga tidak bergejolak dan tetap stabil.

“Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Wakil Walikota Bima, FKPD dan masyarakat petani, kalau ada masalah baik harga jagung maupun pupuk, tolong kontak kami. Pulau Sumbawa merupakan harga acuan Jagung Nasional,” tandasnya.

Dalam sambutannya Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan menyampaikan ucapan terima kasih karena telah memilih Kota Bima sebagai tempat pengembangan agrobisnis jagung.

Pada tahun 2016, produksi jagung di Kota Bima hanya sekitar 10 ribu ton pertahun. Pada tahun 2018 naik menjadi sekitar 30 ribu ton. Terjadi peningkatan produksi jagung, perhektar bisa menghasilkan 5-8 ton.

“Selain kelangkaan bibit dan pupuk yang harus diperhatikan, harapan kami adalah integrasi ini dapat berjalan dengan baik hingga masyarakat dapat konsen untuk pengembangan guna terciptanya kesejahteraan masyarakat,” harap Wakil Walikota Bima.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *