Capain PAD Kota Bima Hingga 31 Agustus 2019 Sebesar 65,10 Persen

Kabupaten Bima, Kahaba.- Capain Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bima hingga 31 Agustus tahun 2019 cukup menggembirakan. Dari target sebesar Rp 50 miliar, realisasinya hingga Agustus sudah mencapai Rp 32 miliar lebih atau 65,10 persen.

Kepala BPKAD Kota Bima Zainuddin. Foto: Bin

Kepala BPKAD Kota Bima Zainuddin menjelaskan, setiap tahun memang target dan pencapaian perolehan PAD meningkat. Pada tahun 2017 misalnya, sebenarnya secara murni PAD sekitar Rp 35 miliar, namun tercatat sebesar Rp 51 miliar, karena ada dana BOS sekitar Rp 17 miliar yang dicatat sebagai PAD sesuai aturan.

“Artinya tahun 2017, kisaran PAD kita hanya memang sekitar 35 miliar,” ujarnya, Kamis (12/9).

Kemudian pada tahun 2018, memang APBD awal targetnya sebesar Rp 35 miliar, tapi begitu ada pada APBD Perubahan dan pergantian kepala daerah yang baru, Walikota dan Wakil Walikota Bima  memerintahkan untuk menaikan target PAD menjadi Rp 50 miliar.

“Realisasinya pun hingga 31 Desember tahun 2018 mencapai Rp 46,5 miliar,” sebutnya.

Lalu pada tahun 2019 sambung Zainuddin, pada APBD awal targetnya Rp 50 miliar, kemudian realisasinya per tangga 31 Agustus sudah mencapai 65,10 persen atau sebesar Rp 32,594 miliar. Jika dilihat dari trend perbulan, itu sudah sangat ideal.

“Sehingga untuk mencapai 100 persen pada tahun 2019, merupakan suatu kondisi yang sangat kondusif,” jelasnya.

Di APBD perubahan ungkapnya, dengan melihat spirit perangkat daerah, maka direncanakan target PAD ditambah menjadi Rp 57 miliar. Pertimbangannya adalah, rasionalitas situasi dan ekonomi saat ini.

Beberapa indikatornya adalah, jika sejumlah perangkat daerah yang masih rendah pada ekspektasi di monev triwulan kedua, malah ada yang mencapai 101 persen, seperti pada Dinas Kominfo, dari retribusi pengendalian menara.

“Begitu pun pada OPD yang lain, kondisinya yang sangat kondusif untuk bisa mencapai target sebanyak Rp 57 miliar tersebut,” katanya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *