STISIP Bersama LP2DER Gelar Seminar dan Pelatihan Pengurangan Resiko Bencana Medsos

Kota Bima, Kahaba.- Penyebaran pernyataan yang kadang mengandung Hoax diberbagai media sosial sering terjadi. Hingga mengakibatkan keresahan serta kegaduhan para pengguna media sosial. Untuk mengantisipasi hal itu, Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Mbojo Bima bersama Lembaga Pengembangan Partisipasi Demokrasi Ekonomi Rakyat (LP2DER) menggelar seminar dan pelatihan Manajemen Informasi Pengurangan Resiko Bencana Media Sosial, di Aula Kampus setempat, Selasa (19/11).

Suasana Seminar dan pelatihan Manajemen Informasi Pengurangan Resiko Bencana Media Sosial, di Aula Kampus STISIP. Foto: Deno

Kegiatan itu juga dihadiri oleh Asisten I Pemerintah Kota Bima H Supratman, semua UKM lingkup STISIP, Islamic Relief, Forum Pelopor Perdamaian (FPP), Karang Taruna Kota Bima serta perwakilan mahasiswa setiap kampus yang ada di Kota dan Kabupaten Bima.

Ketua BEM STISIP Mbojo Bima Akan Sahri menyampaikan, kegiatan itu dilaksanakan agar mahasiswa perlu mendalami dan mampu mengkaji berbagai macam berita yang ada di Media Sosial, tidak harus mudah percaya tanpa dengan kajian yang ilmiah.

“Berbagai macam informasi yang dibaca harus ditanggapi dengan bijak oleh kalangan mahasiswa, baik berita tentang masalah sosial, bencana serta berita lainya,” ujarnya.

Sementara itu Direktur LP2DER Bambang mengaku, seminar dan pelatihan tentang pengurangan bencana sosial dilaksanakan tiap tahun dan bekerja sama dengan pemerintah. Baik dilaksanakan di kalangan umum maupun di kalangan mahasiswa.

Sebelumya LP2DER melaksanakan kegiatan tersebut di Kampus STIH Bima, sekarang dilaksanakan di STISIP. Tidak menutup kemungkinan, kedeoanya akan mendatangi kampus lain yang ada di Kota dan Kabupaten Bima.

“Tujuan seminar ini untuk mengingatkan kaum muda milenial dalam hal ini mahasiswa, untuk bisa mengelola informasi di media sosial secara bijak, tanpa hoax tentang pengurangan resiko bencana,” ungkapnya.

Di tempat yang sama Ketua Lembaga STISIP Mbojo Bima Mukhlis Ishaka mengapresiasi kegiatan tersebut, pihaknya secara lembaga tetap mendukung kegiatan positif seperti itu. Karena mahasiswa harus lebih cerdas dan bijak menyikapi setiap informasi yang ada di media sosial.

“Kami rasa sangat penting ini diseminarkan. Tidak hanya terkait dengan kegiatan kebencanaan, tapi ke depan kita bisa melaksanakan kegiatan lain seperti pemberdayaan generasi muda, dalam hal ini mahasiswa untuk ketrampilan kerja, pengembangan organisasi, manajemen usaha dan sebagainya” tambah Mukhlis.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *