Rekonstruksi, Adik Putri Peragakan Tersangka Membunuh Korban

Kota Bima, Kahaba.- Jajaran Polres Bima Kota, Kejari Bima, Ketua Pengadilan Negeri Bima secara detail dan teliti menyaksikan adiknya Putri memeragakan proses pembunuhan Putri, saat proses rekonstruksi dilakukan di dalam kamar Tempat Kejadian Perkara (TKP), Rabu (12/8) sekitar pukul 11.00 Wita. (Baca. Bocah di Tanjung Ditemukan Tewas Gantung Diri)

Adik Putri saat memperagakan bagaimana Putri digantung. Foto: Deno

Saat rekonstruksi, adik korban melihat pelaku datang. Pelaku lalu menghampiri korban dan memaksa masuk kamar, kemudian melakukan persetubuhan dengan korban secara paksa dengan kondisi tangan tersangka mencekik leher korban. (Baca. Ada Tanda Kekerasan Pada Bocah Gantung Diri, Ini Keterangan Polisi)

Setelah itu, tersangka memotong kain sarung pantai dan mengambil pakaian korban untuk menggantung putri. Saat itu terjadi, adiknya hanya bisa menangis hingga datang tetangga lain. (Baca. Ada Kejanggalan Sebab Kematian Putri, Polisi Amankan Tetangga Korban)

Saat disuruh tunjuk muka pelaku, di depan Ketua Pengadilan Negeri Bima, Kepala Kejari Bima, Kasi Pidum Kejari Bima, Kasat Reskrim, dia menunjuk foto tersangka, menyebut nama AM sapaan tersangka serta menunjukan kamar kos tersangka. (Baca. Terkuak Kematian Bocah di Tanjung, Hasil Visum Putri Diperkosa Sebelum Digantung)

Bukan hanya itu, adik korban juga memeragakan proses Putri digantung oleh tersangka. Semua pihak yang menyaksikan tak kuasa menahan rasa haru, saat melihat kelincahan bocah yang masih umur 4 tahun tersebut. (Baca. Polisi Rekontruksi Pembunuhan Putri)

Kasi Pidum Kejari Bima Ibrahim menjelaskan, adegan yang diperlihatkan oleh adik korban tersebut akan dijadikan alat bukti untuk pembuktian di persidangan nanti.

“Kami sudah menyaksikan semua adekan yang diperagakan adik korban. Ini luar biasa dan sangat membantu dalam menyelesaikan kasus ini,” katanya

*Kahaba-05

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *