oleh

Hanif tak Kunjung Diringkus, Citra Buruk Lembaga Kepolisian

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kota Bima Taufik H A Karim mendorong Polres Bima Kota untuk segera meringkus Hanif, buronan kasus kuitansi Rp 7 juta yang vital beberapa tahun terakhir. (Baca. Kuitansi Rp 7 Juta Iming-Iming Jadi Pol PP, Viral di Medsos)

Anggota DPRD Kota Bima Taufik H A Karim. Foto: Bin

Menurut Duta PPP itu, mestinya Polres Bima Kota sejak awal bergerak cepat dan ambil alih kasus tersebut di Polsek Rasanae Timur. Karena ini sudah sangat lama, dan kinerja polisi terus disorot. (Baca. Soal Kuitansi Rp 7 juta, Hanif Berkicau di Medsos)

“Hanif tak kunjung ditangkap juga menjadi citra buruk bagi pihak kepolisian. Juga menunjukan perangkat di kepolisian tidak berjalan,” ujarnya, Kamis (18/2). (Baca. 3 Kali Mangkir, Hanif Akan Ditetapkan DPO)

Kata Taufik, polisi tentu tahu dimana Hanif. Hanya saja perangkat selama ini tidak berjalan. Pada akhirnya, polisi dinilai tidak serius menangani kasus yang viral di Kota Bima tersebut. (Baca. Polisi Dituding Takut Ringkus Hanif)

“Polisi juga jangan tebang pilih, mau orang itu dekat dengan penguasa atau tidak, tetap harus ditangkap dan diproses hukum,” tegasnya. (Baca. Keberadaan Hanif Terduga Penipu yang Jadi Buronan Akan Dilacak Polda)

Anggota DPRD 3 periode itu juga mengungkapkan, sejumlah anggota dewan saat ke Surabaya untuk studi banding Kota Layak Anak sekitar pertengahan tahun 2020, melihat Hanif keliling di Mall.

“Iya kita lihat, leluasa saja dia itu jalan di Mall Surabaya,” ungkapnya.

Untuk itu, sebagai wakil rakyat Taufik mendorong pihak kepolisian untuk serius menangani kasus tersebut. Sehingga masyarakat juga tidak krisis kepercayaan terhadap kinerja polisi.

“Masalahnya juga Hanif ini bebas berselancar di Facebook, dan seolah tidak terjadi apa-apa,” pungkasnya.

*Kahaba-01

Komentar

Kabar Terbaru