oleh

Hingga Maret, 17 Kasus Kekerasan Seksual Anak Terjadi di Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Bima mencatat hingga awal Maret 2021, terdapat 17 kasus kekerasan seksual anak yang terjadi di Kota Bima. Kasus tersebut didominasi pemerkosaan, pencabulan dan persetubuhan.

Ketua LPA Kota Bima Juhriati saat diwawancara wartawan. Foto: Eric

“4 tahun terakhir, kasus kekerasan seksual anak di awal tahun 2021 ini merupakan yang tertinggi. Tentu ini akan menjadi catatan dan juga evaluasi pemerintah daerah ke depan dengan masyarakat untuk menanggulangi bersama,” ujarnya, Rabu (3/3).

Juhriati menjelaskan, dari hasil pendampingan dengan asesmen terhadap sejumlah kasus tersebut. Baik secara pendampingan hukum dan sosial guna mengetahui profil kasus yang terjadi dan juga para korban. Faktor terbesar yang menjadi pemicu karena mudahnya anak melakukan interaksi dan akses media untuk mengenal dunia maya.

“Yang lain melakukan komunikasi dengan orang asing, lalu bertemu dan terjadilah kejadian tersebut,” ungkapnya.

Mudahnya akses informasi tersebut kata dia, anak-anak memiliki waktu luang berinteraksi di luar rumah sangat panjang. Sehingga mudah melakukan aktivitas tanpa pengawasan orang tua.

Maka dari itu pihaknya meminta kepada pemerintah daerah dan khsusnya instansi terkait agar melakukan berbagai upaya pencegahan dini, sehingga kejadian serupa bisa diminimalisir. Seperti kebijakan memberlakukan kembali sekolah tatap muka dengan sistem shift, serta terpenting protokol kesehatan yang ketat.

“Pentingnya sekolah karena anak bisa belajar kembali dengan kontrol ketat. Sebab bila tidak sekolah, aktivitas anak di lingkungan tidak terkendali dan kemampuan menyerap belajar sangat kurang,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentar

Kabar Terbaru