oleh

Desak Aparat Tangkap Pelaku Penganiayaan, Warga Tente Blokir Jalan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Ratusan warga Tente memblokir jalan dan membakar ban bekas di jembatan pertigaan Desa Naru Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Rabu (9/3). Massa mendesak aparat kepolisian segera menangkap para pelaku penganiayaan warga Tenten, yang dilakukan warga Desa Sie Minggu pekan kemarin.

Desak Aparat Tangkap Pelaku Penganiayaan, Warga Tente Blokir Jalan - Kabar Harian Bima
Warga Desa Tente saat blokir jalan. Foto: Ist

Salah satu korban Bambang Suprianto mengatakan, aksi pemblokiran jalan tersebut dilakukan karena lambannya kerja aparat kepolisian menangkap para pelaku penganiayaan dari warga Sie, saat mereka pulang dari Bendungan Dam Pela Parado.



“Akibat lambannya kerja Aparat Kepolisian, maka kami melakukan blokir jalan,” tegasnya.

Baca:   Kasus Sabu-Sabu Oknum Polisi, Segera di Sidang

Selain menganiaya mereka, para pelaku tersebut juga merampas HP dan merusak mobil yang mereka ditumpangi. Bahkan, beberapa anak kecil yang ada dalam mobil tersebut juga dipukul.

“Bahkan ada salah satu korban patah kaki,” ungkapnya.

Bambang menuntut, agar aparat kepolisian segera menangkap para pelaku, dan meminta mobil diperbaiki serta HP yang dirampasnya dikembalikan. Jika tidak, maka mereka akan terus memblokir jalan.

Baca:   Kasus Penipuan, Perkara Sirajudin Akan Dilanjutkan

“Kami sudah beri waktu selam 4 hari untuk menangkap para pelaku,” katanya.

Sekitar pukul 12.30 Wita, jalan sudah kembali dibuka, karena informasi yang didapat bahwa para pelaku sudah ditangkap anggota Polsek Monta dan sudah dibawa ke Polres Bima.

“Kami buka jalan sementara waktu untuk memastikan apakah benar para pelaku sudah ditahan di Polres Bima atau bagaimana,” bebernya.

Baca:   Penyelidikan Kasus Polisi Aniaya Warga Tetap Dijalankan

Sementara kondisi saat ini jalan sudah bisa dilewati, massa yang blokir jalan menuju Polres Bima guna memastikan kebenaran informasi yang didapat.

Jika para pelaku ditemui tidak ditahan di Polres Bima, pihaknya akan kembali memblokir jalan dan menimbun badan jalan dengan tanah.

*Kahaba-09


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.