H. Azhari Disarankan Jadi Camat

Kota Bima, Kahaba.– Dinas Tata Kota dan Perumahan Kota Bima menjadi salah satu Dinas yang masuk dalam empat besar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dinilai minim dalam menyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selama dua tahun terakhir ini, tak banyak yang bisa dilakukan Dinas tersebut untuk menyetor PAD sesuai target.

Ilustrasi

Ilustrasi

Pada data realisasi hingga September tahun 2013, PAD yang baru di setor hanya 26,23 persen. Padahal target awalnya sekitar Rp 450 juta, namun realisasi sampai bulan Juni sebesar Rp 102 juta atau 22,81 persen. Kemudian pada target perubahan juga sebesar Rp 450 juta, realisasi hingga September sekitar Rp 118 juta.

Melihat capaian yang tak maksimal tersebut, membuka suara anggota DPRD Kota Bima, H. Ansyar. Saat ditemui di ruangan Komisi II Senin kemarin, kader PPP itu mengatakan, mestinya kepala daerah menempatkan Kepala Dinas itu harus sesuai dengan bidang ilmu yang dimiliki. Agar pekerjaan bisa dilaksanakan dengan maksimal. “Akan tidak cocol jika bidang ilmu yang dimiliki berbeda dengan pekerjaan yang dilakukan,” sorotnya.

Ia mencontohkan seperti penempatan untuk Kepala Dinas Tata Kota Drs. H. Azhari. Bidang ilmu yang dimilikinya yakni ilmu pemerintahan, mestinya harus ditempatkan pada SKPD yang sesuai dengan ilmu pemerintahannya. “Jika dilihat dari bidang ilmu yang dimiliki Pak Azhari, beliau dipindahkan untuk menjadi Camat saja,” sarannya.

Ansyar juga meminta kepada Walikota Bima untuk mengevaluasi kinerja Kepala Dinas yang dinilai “mandul” setor PAD. Karena PAD merupakan indikator penting dalam melihat kinerja seorang pimpinan SKPD.

Anggota Komisi II DPRD Kota Bima yang lain Sahlil H. A. Latif juga meminta kepada kepala SKPD untuk bekerja maksimal meraih capaian PAD yang ditargetkan. “Kepala Dinas jangan keseringan tidur siang. Perbanyak kerja, jangan perbanyak tidur,” tambahnya.

*BIN

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *