Bupati Bima: Tahun 2015 Pendidikan Tetap Jadi Prioritas

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pembinaan dan arahan Bupati Bima Drs. H. Syafrudin H.M, Nur, M.Pd, Rabu (7/1) dalam tajuk Sosialisasi Kurikulum kepada 700 Kepala Sekolah, pengawas dan penilik tingkat TK, SD, SMA, SMA Se-Kabupaten Bima di Paruga NaE Kecamatan Bolo menegaskan kembali sikap pemerintah daerah dalam pembangunan bidang pendidikan.

Bupati Bima saat memberikan pembinaan dan arahan kepada guru. Foto: Hum

Bupati Bima saat memberikan pembinaan dan arahan kepada guru. Foto: Hum

Pada acara yang dirangkaikan juga dengan penyerahan bantuan kepada para Siswa SD berprestasi ini, Bupati Bima mengatakan, bagi pemerintah daerah, bidang pendidikan akan tetap menjadi prioritas dan benar-benar diperhatikan. Indikator ini dapat dilihat dari banyaknya alokasi anggaran.

“APBD TA 2014 dan TA 2015 senilai Rp 1,33 Triliun, sebanyak Rp 43 lebih Miliar dialokasikan pada bidang pendidikan. TA. 2015 selain akan dimaksimalkan untuk infrastruktur kantor Bupati dan SKPD, alokasi anggaran tertinggi tetap pada bidang Pendidikan,” terangnya melalui Rilis disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima M. Chandra Kusuma, AP.

Agar tercipta efisiensi pemanfaatan anggaran, maka akan tetap dilakukan evaluasi terhadap rasio ketersediaan ruang kelas dengan jumlah siswa, rasio siswa dengan ketersediaan guru, termasuk penyebarannya apakah merata atau tidak ke seluruh kecamatan.

Kata dia, pembenahan pada aspek kelembagaan dan SDM tenaga pendidikan juga mendapat perhatian khusus. Pada Tahun 2015, semua jabatan Lingkup Dinas Dikpora akan diisi. Pada saat yang sama, target 1.557 guru akan dituntaskan mendapatkan sertifikasi.

Namun Bupati mempertegas dan mengingatkan para guru agar tidak melalaikan kewajibannya. “Tunjangan sertifikasi diberikan untuk melaksanakan tugas 24 jam mengajar. Untuk memenuhi persyaratan, Dikpora harus melaksanakannya, jangan sampai ada guru menikmati tunjangan sertifikasi tetapi tidak melaksanakan kewajiban,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan upaya peningkatan kualitas sekolah melalui penerapan sekolah percontohan. Saat ini, tengah diusulkan ke Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Dasar dan Menengah penerapan sekolah percontohan pada tiga Kecamatan.

Kecamatan yang menjadi lokasi percontohan yaitu Kecamatan Bolo, Woha dan Sape yang mencakup enam sekolah yang terdiri dari Tiga Unit SMP, Dua SMA dan, Satu Sekolah Dasar.

Masih soal dukungan bagi dunia pendidikan, Bupati menjelaskan, pada tahun anggaran 2014, terdapat sisa dana DAK senilai Rp 9,9 Miliar yang sedianya akan dialokasikan untuk pengadaaan buku Kurikulum tahun 2013 atau yang dikenal dengan K 13.

Dana ini akan alokasikan kembali untuk kegiatan rehabilitasi sekolah, pembangunan Ruang Kegiatan Belajar (RKB) dan Perpustakaan SD, SMP dan SMK.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *