Mahasiswa Minta Harga Hasil Pertanian Diatur

Kabupaten Bima, Kahaba.- Front Perjuangan Rakyat dan Mahasiswa Bima meminta kepada Pemerintah Daerah agar segera turun tangan mengintervensi harga jual hasil pertanian. Guna menyelamatkan petani dari keterpurukan akibat anjloknya sejumlah harga hasil pertanian.

Mahasiswa menyampaikan tuntutan saat diterima wakil rakyat. Foto: Ady

Mahasiswa menyampaikan tuntutan saat diterima wakil rakyat. Foto: Ady

Aspirasi itu disampaikan puluhan mahasiswa gabungan dari PRD, LMND Bima, SMI, BEM REMA STKIP Tamsis dan FKM Salam saat menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Kabupaten Bima, Selasa (6/10) pagi.

Perwakilan massa aksi, Nuskin mendesak Pemerintah Daerah untuk segera menyikapi masalah tersebut dengan serius. Demikian pun kepada DPRD sebagai Wakil Rakyat, harus memperjuangkan nasib para petani saat ini yang mengalamai kerugian akibat anjloknya harga jual hasil pertanian.

Menurutnya, kalau pemerintah beralasan tidak berhak mengintervensi kebijakan pasar dinilai sangat keliru. Sebab pemerintah merupakan pengambil kebijakan dan pengatur segalanya dalam suatu sistem daerah ataupun negara.

Mengingat sistem pengelolaan pasar dalam menetapkan harga hasil pertanian dalam beberapa tahun ini semakin tidak teratur. Terutama dalam menetapkan harga jual hasil pertanian di daerah yang relatif rendah.

Kebijakan pasar tersebut nilainya, praktis sangat merugikan para petani. Karena harga yang ditetapkan itu terlampau jauh dibawa biaya pengelolaan pertanian yang ada. Misalnya, harga jual bawang yang kini bermain pada kisaran Rp.400 sampai Rp.500 ribu per 100 kilogram.

“Dibanding dengan biaya produksi, harga itu hanya mampu menutupi biaya pengarapan lahan dan biaya tanam saja. Sementara biaya bibit, obat-obatan dan lainnya tidak tertutupi,” sorotnya.

Dalam pandangan dia, meluasnya kebijakan pasar terebut disebabkan adanya pembiaran dari pemerintah. Memberikan keleluasaan terhadap para pelaku pasar untuk menentukan standar harga semau mereka. Dengan tidak memperdulikan, nasib para petani.

Setelah beberapa saat berorasi, Anggota DPRD kabupaten Bima, Ilham menerima perwakilan mahasiswa untuk menyampaikan tuntutan. Duta PAN ini mengaku, siap menerima dan menampung aspirasi tersebut dan akan menindaklanjutinya ke komisi terkait untuk disampaikan ke paripurna.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *