Dewan Dapil III Paparkan Hasil Kerja dan Serap Aspirasi di Rontu

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kota Bima Dapil III, Senin (18/4) menggelar Reses di Kelurahan Rontu Kecamatan Raba. Selain menyerap aspirasi masyarakat setempat, 9 Anggota Dewan tersebut juga memaparkan hasil kinerja mereka selama 16 bulan menjadi wakil rakyat.

Warga Rontu menyampaikan aspirasi saat Reses Anggota DPRD Kota Bima Dapil III. Foto: Noval

Warga Rontu menyampaikan aspirasi saat Reses Anggota DPRD Kota Bima Dapil III. Foto: Noval

Anggota DPRD Kota Bima, Syamsurih memaparkan, selama menjadi Wakil Rakyat ada sekitar belasan aspirasi rakyat Kelurahan Rontu yang telah diperjuangkan hingga dikerjakan Tahun 2016. Hasil perjuangan 9 Anggota Dewan dari Dapil III itu antara lain, Pembangunan DAM Rontu, perbaikan irigasi, pemasangan pipa irigasi ditiap RT, pembukaan jalan tani, pemagaran kuburan Nae. Kemudian, pembukaan jalan perluasan pemukiman, hotmix jalan di RT 02, RT 03 dan RT 09 serta Bronjonisasi maupun pembuatan talut.

Hasil kinerja 9 Anggota Dewan itu, mendapatkan apresiasi dan sambutan hangat dari masyarakat Kelurahan Rontu.

Namun menurut warga M. Ali, masih ada masalah ditengah masyarakat Rontu ini yang masih menjadi tugas besar Anggota Dewan. Katanya, saat ini masyarakat Rontu sangat membutuhkan adanya Jembatan gantung yang menghubungkan perkampungan dengan persawahan.

”Setiap harinya, masyarakat Rontu terpaksa harus melalui Kelurahan Panggi baru bisa sampai ke sawahnya. Kalau Jembatan gantung itu dibangun, maka saya yakin akses petani untuk ke persawahan akan lebih mudah,” paparnya.

Warga lainnya, Eldan mengatakan di Kelurahan Rontu mempunyai berbagai macam masalah banjir. Terjadinya banjir hingga meluap ke pemukiman warga di Rontu disebabkan karena jalan Tani yang dibuka tidak memiliki talut penahan banjir.

”Kami mengusulkan, talut penahan harus dibuat agar banjir tidak menerobos masuk hingga ke rumah warga setempat,” usulnya.

Menjawab usulan warga, Syamsurih mengatakan, usulan pembangunan Jembatan Gantung itu sah-sah saja dan akan diperjuangkan. Namun yang menjadi kendala, pemilik lahan disekitar persawahan tersebut yang belum sukarela memberikannya ke Pemerintah. Ada sekitar 15 orang warga Rontu yang memiliki lahan disekitar tempat itu.

”Lagipula, sungai itu harus dinormalisasi terlebih dahulu baru dibronjong agar pondasinya kuat,” jelasnya.

Selain itu, ia menyarankan kepada masyarakat terutama Lurah Rontu. Secara bersama duduk dengan warga yang memiliki lahan sebagai jalur pembangunan jembatan yang diusulkan itu.

”Kalau pemilik lahan sudah sepakat, kita di Dewan akan membahasnya,” sarannya.

Syamsuri juga menyampaikan, usulan warga mengenai pembuatan talut pada pembukaan jalan tani baru itu, juga akan diperjuangkan.

*Noval

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. terima kasih kepada dewan hari ini karna telah berbuat untuk masyarakat kota, namun apa hanya ini fungsi dan tugas dewan ? karna menurut saya dewan hari ini belum bisa menunjukan bahwa dewan sekarang benar2 dewan yg berkualitas,,,,,,,yang artinya sampai detik ini tidak ada 1 pun perda inisiatif yang di keluarkan oleh dewan selama menjabat 1,6 thn dan 3 reses…….

    klo merasa berkualitas tunjukan…jangan hanya berbicara anggaran turun ke keluran A dan kelurahan B sekian miliar…karna itu hanya anggaran proyek untuk d bagi2 dan memperkaya diri oknum tertentu……..

    saya tgu perda inisitif dari dewan klo memang kalian berkualitas untuk masyarakat dan daerah kota bima

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *