Pokja Desa Tertinggal Bahas Strategi dan Rencana Aksi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Pembangunan Desa Tertinggal Kabupaten Bima, Kamis (20/10) pagi melaksanakan rapat tindak lanjut hasil workshop beberapa waktu lalu. Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Bima.

Rapat Tindak Lanjut Pokja Desa Tertinggal. Foto: Ady

Rapat Tindak Lanjut Pokja Desa Tertinggal. Foto: Ady

Kegiatan ini difasilitasi oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kabupaten Bima melalui Tim Program Peduli sebagai perwakilan kelompok masyarakat sipil yang mendorong terbentuknya Pokja.

Pengurus Lakpesdam PCNU Kabupaten Bima, Damhuji menjelaskan, rapat bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait isu strategis dan rencana aksi untuk mendorong percepatan pembangunan desa tertinggal di Kabupaten Bima.

“Kegiatan ini melibatkan 20 SKPD, perwakilan Perguruan Tinggi, dan kelompok masyarakat sipil. Termasuk di dalamnya adalah Lakpesdam,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Kabupaten Bima, Indra Jaya dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bima saat ini telah berkomitmen untuk fokus mengentaskan desa tertinggal.

Komitmen itu kata dia, telah dinyatakan Bupati Bima dalam piagam yang ditandatangani saat pertemuan sebelumnya dengan Lakpesdam. Dalam piagam itu, termuat poin berisi keseriusan pemerintah daerah untuk keluar dari predikat ketertinggalan.

“Upaya yang dilakukan salah satunya menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, seperti dengan Lakpesdam saat ini,” ujar Indra Jaya.

Diakuinya, Pemerintah Pusat melalui Kementerian PDT telah menetapkan Kabupaten Bima sebagai daerah tertinggal. Hal ini disikapi pemerintah daerah dengan mengidentifikasi desa tertinggal sebanyak 131 desa dari 191 desa di Kabupaten Bima.

“Karena Pokja sudah terbentuk, perlu ada renstra yang disusun sebagai acuan kerja untuk mengentaskan desa tertinggal tersebut. Maka pertemuan ini penting untuk sebagai langkah awal menyamakan persepsi Anggota Pokja,” tuturnya.

Rapat tindak lanjut ini dipandu Perwakilan Lakpesdam PBNU, Lilis Nurul Husna sebagai fasilitator. Perempuan yang punya banyak pengalaman dalam penyusunan renstra ini membantu mengarahkan diskusi. Mengerucutkan poin-poin isu strategis dan rencana aksi dari Anggota Pokja.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *