LMND Desak Polisi Usut Kasus Penganiayaan oleh Pol PP

Kota Bima, Kahaba.- Puluhan kader Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) yang tergabung dalam Front Gerakan Mahasiswa dan Rakyat Anti Korupsi menggelar aksi depan kantor Polres Bima Kota, Kamis (15/12).

LMND saat menggelar aksi di depan Kantor Polres Bima Kota. Foto: Deno

Massa mendesak Polres Bima Kota serius menangani kasus dan mengusut tuntas kasus penganiayaan kader LMND yang dilakukan oleh Polisi Pamong Praja saat aksi memperingati Hari Anti Korupsi pekan lalu.

Koordinasi Lapangan Suparman dalam orasi mendesak Kapolres Bima Kota segera mengambil tindakan dan menyeret para pelaku yang melakukan tindakan premanisme tersebut.

“Tindakan represif yang dilakukan Pol PP merupakan tindakan yang tidak terpuji dan mencoreng nilai demokrasi,” tegasnya.

Menurut Suparman, menyampaikan aspirasi didepan umum diatur oleh Undang-Undang. Namun Pol PP justeru bertindak dengan beringas dan menghajar semua massa aksi dengan kayu.

“Hukum harus ditegakkan. Aparat jangan menutup mata ketika ada tindakan premanisme yang dilakukan perangkat pemerintah daerah terhadap para mahasiswa,” sorotnya.

Ketua LMND Kota Bima Azwar Anas dalam orasinya menyampaikan jika aksi tersebut digelar secara serentak mulai dari Sabang sampai Merauke. Guna meminta pertanggungjawaban pemerintah terkait tindakan premanisme yang dilakukan oleh Sat Pol PP Kota Bima.

“Walikota Bima harus bertanggungjawab dengan kasus penganiayaan ini,” tegasnya.

Selain meminta Walikota Bima bertanggung jawab terkait masalah itu, mereka aksi juga meminta agar persoalan lain yang berada di Lingkup Pemetintah Kota Bima harus segera diselesaikan.

“Persoalan lain yang harus diselesaikan adalah tambang marmer yang diduga telah menggunakan anggaran APBD. Penimbunan pantai Amahami, dan mengusut tuntas pembangunan Masjid Terapung yang diduga proyek yang salah sasaran,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakapolres Bima Kota Kompol I Made Wiranata saat menemui massa aksi berjanji akan mengusut kasus penganiayaan tersebut. Tapi, pihaknya meminta untuk menyelesaikannya.

“Kasus ini baru tiga hari dilaporkan. Kami tetap serius tangani,” janjinya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. yus

    saudara – saudara ini beraninya mendesak, demo, dll, aneh, benar2 aneh, klau ada pelanggaran yang bertentangan dengan hukum LMND harus tampil paling depan bukan untuk demo tapi untuk melaporkan ke penegak hukum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *