Komnas Anak Kutuk Aksi Pembunuhan Pelajar di Lambu

Kabupaten Bima, Kahaba.- Aksi pembunuhan sadis terhadap Hermansyah (16), pelajar asal Desa Rato Kecamatan Lambu Kabupaten Bima oleh kelompok massa kemarin malam disesalkan banyak pihak. Aksi main hakim sendiri itu dianggap tidak menghargai hukum dan bukan budaya masyarakat Bima. (Baca. Pelajar di Lambu Tewas Dimassa)

Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Bima, Salmah M Nur. Foto: Istimewa

Sorotan itu seperti disampai Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Bima, Salmah M Nur. Ia mengutuk aksi anarkisme yang berujung hilangnya nyawa Hermansyah. Sebab aksi itu dinilainya sangat tidak manusiawi dan menciderai asas praduga tak bersalah. (Baca. Paman HR: Keponakan Saya yang Dibunuh di Lambu Bukan Pencuri)

“Sebesar apapun kesalahan yang dilakukan seseorang, manusia tidak berhak menghakimi, apalagi belum tentu bersalah. Ada hukum yang memproses kalaupun korban bersalah,” kata Salmah, Jum’at (4/11).

Ia mendesak pihak Kepolisian mengungkap para pelaku pembunuhan tersebut dan memprosesnya sesuai hukum berlaku. Semua yang diindikasi terlibat kata dia, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena menghilangkan nyawa orang lain adalah tindak kejahatan.

“Kepolisian harus segera mengungkap kasus ini agar diketahui apa motifnya dan para pelaku dihukum sesuai perbuatannya,” desak dia.

Salmah melanjutkan, Komnas PA Bima sudah turun langsung bertemu pihak keluarga. Selain menyampaikan rasa duka, pihaknya juga menggali informasi tentang kepribadian korban selama ini.

Informasi dari pihak keluarga jelasnya, diketahui bahwa korban merupakan remaja yang baik, taat beribadah dan dikenal berprestasi di sekolahnya. Tak hanya itu, korban juga pernah menjabat Ketua OSIS dan menjadi kebanggaan sekolah.

“Keluarga dan orang-orang terdekat merasa terpukul serta kehilangan sosok korban. Kami berharap mereka diberikan kesabaran atas musibah ini,” ujarnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *