Tolak Muhtar Landa Jadi Calon Sekda, Gersi Ungkap Kasus K2

Kota Bima, Kahaba.- Puluhan massa aksi yang menamakan diri Gerakan Transparansi (Gersi) Kota Bima menggelar aksi di depan Kantor Walikota Bima, Senin (19/3). Mereka menyatakan penolakan nama Muhtar Landa menjadi kandidat calon Sekda Kota Bima.

Gersi saat aksi di depan kantor Walikota Bima. Foto: Eric

Koordinator aksi Suryansyah mengatakan, Walikota Bima telah menyerahkan 3 nama calon Sekda Kota Bima ke Gubernur NTB. Diantara 3 nama itu, tercantum nama Muhtar Landa diurutan nomor satu.

“Kami menyorot kebijakan pengiriman nama tersebut, karena Muhtar Landa dinilai tersangkut dugaan kasus perekrutan K2 saat menjabat sebagai kepala BKD Kota Bima,” ungkapnya.

Menurut dia, dalam PP Nomor 48 tentang rekrutmen pegawai, berbunyi mereka yang diperbolehkan yakni tang bekerja pada instansi pemerintahan telah bekerja secara terus menerus minimal 1 Januari 2015. Tetapi oleh Muhtar Landa, justru memperbolehkan bagi mereka yang bekerja di instansi swasta, padahal harusnya bekerja di instansi pemerintah.

“Sehingga dengan dirubahnya aturan itu, dia mengusulkan kepada Walikota Bima untuk dikeluarkan Surat Penyataan Tanggungjawab Mutlak,” katanya.

Surat itu sambungnya, justru direkomendasikan oleh Walikota Bima kepada BKN. Sehingga meloloskan sejumlah orang yang bukan bekerja di instansi pemerintah.

“Ini yang jadi masalah. Sejumlah nama yang lolos itu, adik kandung mantan Sekda, supir Walikota Bima dan salah seorang pegawai Humas dan Protokol Setda Kota Bima,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya serius akan mengusut persoalan itu. Dan rencananya akan mendorong pihak kepolisian, mulai dari Polres Bima Kota dan Polda NTB.

“Kami juga akan menggelar aksi di kantor Polres Bima Kota dan di Polda NTB,” tambahnya.

*Kahaba-01/04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *