Warga Benteng Minta Perda Ternak Dijalankan Maksimal

Kota Bima, Kahaba.- Warga Lingkungan Benteng Kelurahan Melayu meminta kepada anggota DPRD Kota Bima agar mendorong maksimalnya pelaksanaan Perda ternak. Karena hingga saat ini, masih banyak ternak yang berkeliaran dan membuang kotoran di jalan raya.

Suasana reses DPRD Kota Bima Dapil Asakota di Lingkungan Benteng Kelurahan Melayu. Foto: Bin

“Di jalan Kelurahan Melayu, di jalan pasar juag masih kami lihat kotoran sapi mengotori ruas jalan. Ini sapi keliaran bebas di jalan. Padahal Perda soal ternak sudah ada, tapi ko’ tidak dijalankan,” sorot H Fatul, tokoh masyarakat setempat.

Menurut Fatul yang berkaitan dengan ketertiban umum harus dijalankan dengan maksimal. Seperti pelepasan ternak yang seenaknya dilakukan warga, sangat mengganggu pengguna jalan. Kotoran ternak menjadi polusi dan tidak baik untuk kesehatan.

“Kalau saat pagi hari, kotoran sapi memenuhi jalan di Kelurahan Melayu. Saya heran, padahal ada perda kenapa tidak dijalankan,” katanya.

Ia pun menanyakan kepada pemerintah, apa kendala sehingga Perda ternak tersebut tidak dijalankan dengan maksimal. Padahal pemerintah memiliki kemampuan untuk menjalankan produk hukum yang telah dibuat.

Selain itu, dirinya juga menyorot marka jalan yang terkesan dibuat asal – asalan dan menyebabkan kekumuhan. Menurut Fatul, kondisi pekerjaan proyek itu seperti menunjukan kurangnya pengawasan pelaksanaan kegiatan.

“Kita minta dibangunkan dengan baik dan indah dipandang mata. Tidak kumuh seperti yang terlihat sekarang,” inginnya.

Pada kesempatan yang sama, Lurah Melayu Kamrin yang mewakili masyarakat juga meminta kepada wakil rakyat untuk memperhatikan soal kendaraan sampah. Karena armada sampah tidak cukup, menyebabkan sampah di Kelurahan Melayu berserakan.

“Kami juga meminta sejumlah drainase di Melayu juga diperbaiki. Karena kondisinya yang masih sempit, menyebabkan air hujan masih meluap di pemukiman warga,” pintanya.

Menjawab aspirasi masyarakat tersebut, anggota DPRD Kota Bima M Nor menyampaikan jika Perda ternak sudah dibuat dari dulu. Hanya saja, pelaksanaannya di lapangan tidak berjalan dengan baik.

“Kita sudah beberapa kali mengeritisi soal ternak yang bebas berkeliaran di jalan raya. Aplikasi dinas terkait yang memang masih kurang. Insya Allah, aspirasi ini akan kami dorong agar perda itu bisa dijalankan dengan maksimal,” ujarnya.

Soal kekurangan armada sampah kata Nor, semua warga di kelurahan memang mengeluhkannya. Bahkan pihaknya beberapa kali menyampaikan ke kepala DLH, untuk menambah armada sampah. Karena dengan jumlah yang saat ini, tidak bisa melayani sebanyak 41 Kelurahan dan pasar.

“Paling tidak satu kelurahan itu satu truk. Insya Allah untuk pemerintahan yang baru nanti akan kita perjuangkan. Karena visi misi perubahan dari kepala daerah yang baru nanti akan diaplikasikan dengan sungguh-sungguh,” jelasnya.

Demikian juga soal permintaan perbaikan drainase, Nor berjanji akan memperjuangkannya di lembaga legislatif. Karena hampir disemua reses, warga juga berharap agar drainase bisa diperbaiki agar banjir tidak meluap ke pemukiman.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *