Lutfi Beri Penegasan, Tim Tidak Boleh Intimidasi Birokrasi

Kota Bima, Kahaba.- Peran tim pemenangan saat Pilkada begitu vital. Tanpa mereka, gerakan meraih simpati masyarakat dan kemenangan tidak akan terwujud. Tim ibarat roda yang harus terus berjalan mengantarkan cita – cita. (Baca. Lutfi: Tahun Pertama Rp 10 Miliar Untuk Masjid Agung Al Muwahidin)

HM Lutfi saat menyampaikan sambutan pada acara syukuran kemenangan. Foto: Bin

Saat menggelar kegiatan syukuran kemenangan, Rabu (8/8) pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bima HM Lutfi – Feri Sofiyan beberapa kali menyampaikan ucapan terimakasih yang tak terhingga untuk peran semua tim pemenangan. Bahkan, Lutfi mengatakan akan memberikan balasan atas upaya yang sudah dikerjakan oleh semua tim.

“Kami berdua tahu cara membalas untuk semua tim yang sudah berbuat,” ujarnya.

Namun, kepada semua tim Lutfi juga mengingatkan agar tidak sekali – sekali merusak suasana kebersamaan yang selama ini sudah dibangun. Seperti masuk dan mengintimidasi birokrasi. Contohnya, memasukan anak dan keluarga menjadi pegawai dan hal – hal lain yang berkaitan dengan urusan birokrasi.

“Tim jangan mengintimidasi birokrasi, jangan sampai tim bergerak tanpa nilai ibadah,” tegasnya.

Menurut mantan anggota DPR RI itu, jika ada tim yang mencoba melakukan itu. Maka ulahnya telah menunjukan gerakan yang tidak sesuai dengan tujuan awal.

“Tegakkan kebenaran di atas kebenaran, sehingga bisa membawa kemaslahatan bagi warga Kota Bima,” katanya.

Lutfi juga memberi penegasan, selama ia dan Feri Sofiyan menjabat, tidak ada sogok menyogok untuk mendapatkan jabatan. Sebab, praktek itu tidak baik. Budaya tersebut tidak boleh terjadi di pemerintah Lutfi-Feri.

“Kalau sogok menyogok untuk mendapatkan jabatan, perubahan apa yang ingin kita lakukan,” tanyanya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *