Kunker di Bima, Gubernur NTB Jaring Aspirasi Masyarakat

Kota Bima, Kahaba.- Gubernur NTB H Zulkieflimansyah didampingi istri, Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, Minggu kemarin tiba di Bima untuk agenda kunjungan kerja (Kunker) dan menyerap aspirasi masyarakat.

Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat menyerap aspirasi di Bima. Foto: Dok Humas Pemkab Bima

Tiba di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Gubernur yang juga didampingi pejabat teras Provinsi NTB disambut Wakil Bupati Bima H Dahlan M Nur, Sekda Kota Bima, H Muhtar Landa dan sejumlah pejabat Pemerintah Kota dan Kabupaten Bima.

Agenda kedatangan orang nomor 1 di Provinsi NTB itu akan bertemu dan berdialog dengan masyarakat di sejumlah kecamatan di Kota Bima dan Kabupaten Bima. Seperti Kacamatan Sape, Kecamatan Lambu, Kecamatan Rasanae Barat, Rasanae Timur dan Kecamatan Raba.

Saat perjalanan memasuki wilayah Kota Bima, tiba-tiba mobil Fortuner Berplat DR 1 berhenti tepat di area persawahan Keluruhan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba Kota Bima. Gubernur dan seluruh  rombongan turun mobil.

Di lokasi itu pejabat Kota Bima menunjukkan kepada Gubernur tanah seluas 4 Ha. Tanah itu merupakan aset Pemerintah Provinsi NTB. Pejabat Pemkot Bima meminta izin pinjam pakai lahan untuk dibangunkan rumah sakit.

Namun, Gubernur Doktor Zul memberikan solusi. Karena ini tanah provinsi, biar Pemerintah Provinsi NTB saja yang sekalian membangun RSUP, sehingga pelayanan kesehatan  masyarakat lebih dekat dan lebih maksimal.

“Tipenya RSUP nanti pun kita sesuaikan,” ungkap gubernur.

Usai meninjau lokasi tersebut, gubernur dan istri melanjutkan perjalan ke Sape dan Lambu Kabupaten Bima. Pria yang pernah menjabat Anggota DPR RI 3 periode itu menggelar silaturrahmi dan dialog dengan unsur Muspika Kecamatan, sejumlah guru dan Kepala SMA dan SMK di halaman Kantor KUA Kecamatan Sape.

“Silaturahmi ini menjaring aspirasi masyarakat. Sehingga, seluruh kebijakan yang nanti diambil benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, selama kepemimpinannya akan terus menggelar silaturrahmi dan dialog dengan masyarakat yang ada di pelosok-pelosok desa. Yaitu dengan cara merangkul dan memberikan solusi. Dirinya juga mengungkapkan, kehadirannya untuk menjaring aspirasi sekaligus memastikan seluruh pembangunan di tingkat desa berjalan lancar dan sukses.

“Pemimpin itu harus punya kerelaan untuk menemui dan mendengar masyarakat,” ungkapnya.

Pada kesempatan pertemuan itu, gubernur lebih banyak mendengar aspirasi masyarakat mulai soal infrastruktur jalan, sekolah dan sejumlah sektor lain.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *