‘Sentil’ Bupati, Puluhan Wanita Dadibou Gelar Demonstrasi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Konflik desa di Kecamatan Woha membuat puluhan wanita yang didominasi para ibu rumah tangga asal Desa Dadibou, Kecamatan Woha, Jum’at (19/10/2012) pagi tadi, mendatangi Kantor Bupati Bima. Mereka mengadukan nasib dan kondisi desanya yang tidak menentu akibat perang yang terjadi akhir-akhir ini.

Demonstrasi puluhan wanita asal Desa Dadibou di halaman kantor Pemkab Bima, Jum’at, 19 oktober 2012. Foto: Abi

Sekitar pukul 10.30 WITA mereka berada di halaman kantor Pemkab Bima (Bekas Gedung KLK). Mereka terlihat ‘terlantar’ di pelataran Kantor Bupati. Bagai gayung tak bersambut. Tak ada pejabat tinggi Pemkab Bima yang menerima mereka. Hanya Kasat Pol PP, Iskandar, SH yang menyambangi mereka dan mengkawal aksi tersebut.

Salah satu di antara mereka, Nuraini (27), wakil dari puluhan wanita Dadibou mengharapkan ketegasan Bupati Bima, H. Ferry Zulkarnain, ST. Dalam orasinya, Ia meminta Bupati untuk sesegara mungkin bersikap dan mendamaikan kondisi sejumlah desa yang bertikai untuk bisa kembali aman dan terkendali seperti sedia kala.

Tampak wanita-wanita itu mengungkapkan kekecewaannya pada Bupati. Mereka menyentil kurang tanggapnya Bupati Bima dalam mengambil langkah konstruktif dan tindakan pengamanan pertikaian yang telah berjalan dua hari terakhir ini.

 Kata Nuraini, pasca pembakaran puluhan rumah warga Godo, 2 Oktober 2012 silam. Mestinya Bupati harus segera memanggil seluruh Kepala Desa di wilayah yang bertikai. “Dengan memanggil seluruh Kepala Desa dan tokoh masyarakat, kemungkinan perdamaian dapat segera terwujud,” ungkapnya.

Ungkapan Nurani disambut tepuk tangan para wanita lainnya. Aparat Pol PP pun mengerumuni puluhan wanita itu, dan mengamankan jalannya aksi Jum’at siang di halaman Pemkab Bima itu, tepat di depan ruangan Bupati Bima.

Nuraini mendesak Bupati untuk segera mengambil langkah pencegahan, agar tidak merembet pada persoalan dan konflik lainnya di wilayah Kecamatan Woha. “Apa pemerintah menginginkan jatuhnya korban nyawa lagi,“ sorot Nuraini yang ditonton Pegawai lingkungan Pemkab Bima.

Ia pun menyampaikan persoalan aparat pengamanan yang tak bisa berbuat banyak mengatasi konflik yang ada. Bangsa kita diperlukan aparat yang mumpuni dan tegas serta tanggap terhadap kondisi konflik yang semakin menjadi. “Ada baiknya TNI dilibatkan dalam pengamanan ini,” ungkapnya. [A*/BS/BM]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *