Pejabat Kota Bima Kepergok Rapat ‘Politik’ di Sekolah

Kota Bima, Kahaba.- Pasca terkuaknya  penyelenggaraan rapat yang diduga bertujuan untuk mengintervensi pilihan politik PNS di lingkup Pemkot Bima beberapa waktu yang lalu, rapat-rapat ‘terselubung’ itu disinyalir masih kerap terjadi. Seperti yang terlihat di SDN 36 Kota Bima Selasa (26/3/2013) kemarin, para pekerja media memergoki beberapa orang pejabat eselon III Setda Kota Bima yang tengah menggelar rapat dengan sejumlah kepala sekolah dan guru-guru dengan materi rapat yang mencurigakan.

Suasana jalannya rapat sesaat setelah kedatangan para pekerja media di SDN 36 Kota Bima

Suasana jalannya rapat sesaat setelah kedatangan para pekerja media di SDN 36 Kota Bima

Kedatangan para wartawan hari itu didasari dengan beredarnya surat dengan kop Pokja TPS Pemilu Kota Bima 2013 Keluarga Besar Kecamatan Raba. Seperti yang dikutip dalam redaksi surat tersebut, sehubungan dengan adanya beberapa masalah yang perlu dimusyawarahkan atau dibahas bersama, dengan ini kami mengundang saudara beserta anggotanya sesuai dengan nama-nama pada lampiran Pokja TPS Pemilu Kota Bima tahun 2013 yang insyaallah akan dilaksanakan pada hati Selasa 26 Maret, pukul 16.15 wita yang bertempat di SDN 36 Kota Bima. Mengingat pentinganya pertemuan yang dimaksud, agar hadir 15 menit sebelum acara dimulai.

Baik dalam redaksi surat maupun amplop surat tersebut tidak mencantumkan nama pengirim. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan dari sejumlah guru yang diundang, surat undangan rapat itu diedarkan oleh Dinas Dikpora Kota Bima. Berbekal data pada surat itu, menjelang tengah hari beberapa orang pekerja media akhirnya melakukan penelusuran di SDN 36 Kota Bima yang menjadi lokasi rapat sesuai surat itu.

Benar saja, dari luar terdengar suara gaduh menyuarakan kata sepakat. Mengikuti kalimat dan suara yang bersumber dari pengeras suara. Menyadari kedatangan wartawan di salah satu ruangan kelas SDN yang digunakan untuk untuk pertemuan  itu, para peserta rapat seketika terdiam. Pembahasan yang semula mengenai politik, ruangan yang dimaksud hening tanpa suara.

Kesan kaget terlihat di wajah para peserta rapat. Ada yang menunduk, ada yang sok sibuk dengan wajah kaku, kemudian ada yang sebagian lainnya menghapus tulisan pada papan, yang diduga kuat mengenai strategi pemenangan pasangan Incumbent.

Setelah terdiam beberapa menit dan pekerja media masih memantau diluar ruangan dengan sesekali melihat kedalam untuk mengetahui kondisi yang terjadi, rapat seketika dilanjutkan. Tapi pembahasannya tidak lagi mengenai politik, melainkan mengenai disiplin PNS. Saat pekerja media mengambil gambar untuk pemberitaan, sebagian yang hadir nampak menutup wajah dan menunduk. Beberapa saat kemudian, pimpinan rapat menemui pekerja media.

Asisten III Setda Kota Bima, Ir. Hamdan membantah jika pertemuan tersebut membahas mengenai politik, apalagi pemenangan pasangan incumbent. Rapat tersebut hanya pembinaan PNS seperti biasa. “Tidak ada pembahasan mengenai politik. Tolong jangan dipolitisir,” tepisnya.

Kata dia, yang dibahas itu, selain tentang disiplin PNS, juga mengenai peran PNS yang sangat penting untuk masyarakat. “Tidak ada kapasitas kami untuk memberikan pembekalan politik. Kami juga tidak tahu mengenai surat pembentukan Pokja TPS itu,” elaknya.

Ditanya kenapa lokasinya pembinaan PNS tidak dilakukan di Aula Pemkot Bima, Hamdam mengaku mengenai lokasi bisa dimana saja. Memilih di SDN 36 Kota Bima hanya pendekatan. “Besok kita bisa memilih lokasi yang lain lagi,” katanya.

Mengenai tulisan dipapan yang segera dihapus saat melihat kedatangan pekerja media, ia mengaku jika tulisan dipapan memang harus dihapus, untuk memulai tulisan yang lain lagi. “kan tidak mungkin kita harus menulis diatas tulisan yang belum dihapus,” tambahnya. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. dimas

    Jangan berbuat curang kalau ingin memenangkan salah satu pasangan calon…
    Katax negara demokrasi…
    ªPª ??????? arti demokrasi ?ªñ? anda junjung tinggi…
    Gmn indonesia bisa maju kalau orang2x berbuat curang….

  2. KK

    Saya juga curiga dg kelakuan2 pejabat mungkin takut digusur kalau Qurma kalah…..jangan pilih Incumbent ga ada perubahan…..pilih yang laen saja….dont push your self to chose QURMA….remeber it !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *