Menumbuhkan Pohon Kepercayaan

Oleh: Syarif al Mubarak

Opini, Kahaba.- Kebanyakan kita sangat mengharapkan terciptanya hubungan yang harmonis dalam interaksi kita dengan orang lain. Berbagai cara kita lakukan untuk dapat menciptakan suasana yang hangat dan bersahabat, sehingga pembicaraan mengalir dan menimbulkan rasa saling percaya dengan lawan komunikasi.

Syarif Almubarak: Menumbuhkan Pohon Kepercayaan

Dalam prosesnya ternyata tidaklah mudah untuk menciptakan rasa percaya pada orang lain. Kepercayaan tidaklah lahir begitu saja. Ia didasari dengan proses panjang yang sangat bergantung pada bagaimana cara kita merawat kepercayaan tersebut.

Proses terbentuknya kepercayaan ini dapat diibaratkan sebagai sebuah “pohon kepercayaan”. Bibit kepercayaan tumbuh dalam lahan hati setiap insan. Ada yang memang berusaha untuk menumbuhkan pohon kepercayaan ini dengan segala usahanya, ada pula yang tanpa sadar telah menumbuhkan kepercayaan pada lahan hati orang lain.

Sebagian besar kita tanpa sadar mulai menumbuhkan pohon kepercayaan pada lahan hati orang-orang yang berada di sekitar kita. Ibarat pupuk, sikap bertanggung jawab, tutur kata jujur, dan segala tingkah laku positif diri ini menjadi pendukung yang mulai menumbuhkan rasa percaya pada orang-orang yang berada di sekitar kita.

Seiring perjalanan waktu konsistensi sikap positif kita menjadikan pohon kepercayaan tumbuh subur dan besar. Namun, ketika kita memberikan sedikit sikap negatif hal itu tentu saja dapat mencederai pohon kepercayaan dan menjadikannya semakin kerdil. Bahkan kemungkinan terburuknya adalah tercabutnya pohon kepercayaan yang telah lama kita rawat.

Tentu saja hal tercabut rasa percaya ini bukanlah hal yang sederhana, terlebih lagi ketika pohon kepercayaan telah besar maka sisa tercabutnya akar-akar kepercayaan ini akan meninggalkan lobang serta luka yang besar di lahan hati orang lain. Jika hal ini telah terjadi maka akan dibutuhkan usaha ekstra untuk kembali menumbuhkan pohon kepercayaan yang baru. Kita harus terlebih dahulu memperbaiki dan menutup lobang yang ada, mencari kembali bibit kepercayaan, dan bahkan sakarang harus secara sengaja kita menyediakan pupuk agar pohon kepercayaan dapat tumbuh kembali.

Pohon kepercayaan ini dengan sangat baik digambarkan dalam Al-Quran.

“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat, dan cabangnya (menjulang ke langit). (pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi, tidak dapat tegak sedikitpun.” (TQS Ibrahim:24-26)

Maka, rawatlah segala pohon kepercayaan yang telah tumbuh dengan sebaik mungkin. Jangan sampai tingkah laku dan ucapan kita kita justru mencederai bahkan mencabut pohon kepercayaan yang telah tumbuh.

*Penulis adalah mantan Ketua Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) NTB.
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *