Biaya Pengairan Pertanian Mahal, Petani So Tolo Kara Minta Pembangunan DAM

Kabupaten Bima, Kahaba.- Para petani yang ada di So Tolo Kara Desa Rade Kecamatan Madapangga sat ini sangat membutuhkaan air untuk mengairi pertanian. Karena itu, para petani di wilayah setempat memohon kepada Pemerintah Kabupaten Bima untuk membangun DAM sebagai irigasi di lokasi setempat.

Salah seorang petanj di So Tolo Kara Idham. Foto: Ist

Salah seorang petani Idham mengatakan, dalam setiap musim pertanian, petani di lokasi setempat harus merogok banyak uang untuk pemeliharaan pertanian. Terlebih untuk biaya pengairan yang saat ini masih menggunakan mesin.

“Saat ini untuk mengairi sawah kami menggunakan mesin untuk menyedot bor kecil,” ujarnya, Rabu (17/7).

Kata dia, dalam sehari biaya yang dikeluarkan petani mengairi sawah mencapai Rp 100 sampai Rp 200 ribu.

“Itu untuk beli minyak saja. Belum lagi untuk sewa mesin. Karena tidak semua petani punya mesin sendiri,” katanya.

Karena itu, petani di wilayah setempat sangat membutuhkan DAM, agar biaya yang dikelarkan petani bisa berkurang.

“Apalagi kalau petani jagung, biaya pengairanya sangat besar,” tuturnya.

Ia berharap, pemerintah daerah bisa mengakomodir dan mengabulkan permintaan pihaknya, dengan segera membangun DAM di So Tolo Kara Desa Rade Kecamatan Madapangga.

“Mohon kepada Bupati Bima agar membangun DAM di sini,” harapnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *