Walikota Bima Serahkan 35 Paket Bantuan Sarana dan Prasarana Kelautan

Kota Bima, Kahaba.- Membantu tingkatkan kesehjahteraan para nelayan di Kota Bima, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bima menyalurkan 35 paket bantuan sarana dan prasarana kelautan dan perikanan untuk kelompok penangkap ikan, pengolahan dan pemasaran hasil perikanan serta budidaya ikan, Rabu (10/6).

Walikota Bima HM Lutfi didampingi Kepala DKP Hj Siti Zaenab saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan kelompok penangkap ikan. Foto: Eric

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Walikota Bima HM Lutfi, didampingi Kepala DKP Hj Siti Zaenab, Assisten II Setda Hj Rini Indiarti, Plh Kabag Humas dan Protokol Buana Eka Putra.

Hj Siti Zaenab dalam laporannya menyampaikan, bantuan ini bagian dari perhatian serta komitmen Pemerintah Kota Bima menciptakan 10 ribu tenaga kerja. Karena bersentuhan langsung dengan program pemberdayaan masyarakat, termasuk di dalamnya masyarakat nelayan.

“Peningkatan kesehjahteraan masyarakat nelayan menjadi perhatian khusus pemerintah daerah. Karena telah dituangkan dalam visi dan misi kepala daerah yaitu membangun ekonomi masyarakat yang adil dan sejahtera,” ujarnya.

Menurut dia, tidak bisa dipungkiri karena Pandemi Covid-19, membuat berbagai sektor terdampak. Begitupun dialami para kelompok nelayan. Karena berdasarkan data, jumlah nelayan mencapai 1.729, terdampak mencapai 926 orang.

Lalu dari sektor budidaya berjumlah 306, dengan yang terdampak 189 dan pelaku pasar berjumlah 250 dengan yang terdampak berjumlah 181.

“Dengan adanya penyaluran bantuan ini, diharapkan kepada kelompok nelayan mampu bersaing dan memanfaatkan potensi hasil perikanan. Sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan dan terciptanya kemandirian kelompok usaha,” katanya.

Sementara itu Walikota Bima HM Lutfi menjelaskan, program bantuan stimulus untuk nelayan ini diharapkan tepat sasaran dan mampu mendongkrak perekonomian.

“Gunakan dengan baik, agar hasilnya bisa membantu meningkatkan produksi hasil usaha,” pesannya.

Lutfi mengungkapkan, untuk mempermudah juga para pelaku usaha yang membutuhkan bantuan modal, saat ini pemerintah menyiapkan tim pendamping bekerjasama dengan BNI untuk memberikan pinjaman dengan bunga cukup rendah.

“Jika meminjam uang Rp 10 juta, maka hanya dikenakan bunga 58 ribu setiap bulan. Maka dari itu bagi yang ingin memulai usaha, bisa kerjasama dengan bank tersebut,” sarannya.

Walikota menambahkan, membangun sebuah usaha tentu ada pasang surut. Tapi tidak harus pesimis dan tetap bersungguh – sungguh untuk terus mencoba. Karena bisa jadi dari sisi kualitas dan produk belum bagus, atau lokasi tempat usaha yang belum strategis.

“Pelaku usaha harus tetap bertahan, dengan terus melakukan berbagai terobosan dan inovasi serta kreatifitas. Agar produk yang dihasilkan menarik konsumen dan bisa laku terjual,” harapnya.

*Kahaba-04

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *