Pemilik Rumah yang Terbakar di Lewirato Ungkap Sumber Api

Kota Bima, Kahaba.- Pemilik rumah yang terbakar Abdul Maulah, di RT 06 RW 03 Kelurahan Lewirato, Minggu malam (20/9) mengungkap sumber kebakaran yang melahap habis rumahnya. (Baca. Rumah Warga Kelurahan Lewirato Terbakar)

Kebakaran rumah Maulan warga Kelurahan Lewirato. Foto: Bin

Saat diwawancara media ini, Maulah mengaku awalnya ia mendengar suara ledakan di belakang rumah. Saat keluar, kandang ayam yang terletak tidak jauh dari tembok rumah sudah terbakar dan menjalan ke atas.

“Saya tadi duduk di teras rumah sebelah utara. Mendengar ada ledakan di belakang rumah, saya lari keluar dan melihat api sudah naik plafon rumah bagian dapur,” ungkapnya.

Ia menegaskan, ledakan itu bukan dari dapur atau kompor gas. Tapi sumber api di bagian belakang rumah. Karena panik, ia bersama istri dan anak lari keluar. Tidak lama kemudian warga datang membantu, termasuk mengeluarkan gas LPG 13 kilo.

“Beruntung banyak warga yang datang membantu mengeluarkan beberapa perabot rumah tangga. Meski tidak sedikit perabotan lain yang hangus terbakar,” terangnya.

Diakui Mualah, dirinya juga telah menyelamatkan sejumlah dokumen penting. Kendati demikian, akibat kebakaran tersebut ia merugi hingga ratusan juta rupiah.

Sementara itu, Windra salah seorang warga yang ikut membantu mengevakuasi sejumlah perabotan mengaku sumber api dari terbakarnya kandang ayam di belakang rumah. Kemudian menjalar cepat ke atas.

“Plafon dapur lebih dulu terbakar, kemudian meluas ke kayu atap di ruangan lain,” terangnya.

Menurut Windra, terlambatnya datang mobil pemadam kebakaran membuat warga tidak mampu menghentikan api secara manual yang semakin meluas. Tapi beruntung, setelah pemadam kebakaran, si jago merah berhasil dipadamkan dan mencegah api merembet ke rumah lain.

*Kahaba-01

 

 

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *