oleh

Kasus Tracking Mangrove, Demonstran Desak APH Bebaskan Feri Sofiyan dari Segala Tuntutan

Kota Bima, Kahaba.- Aliansi Masyarakat Peduli Pariwisata Kota Bima menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Walikota Bima, Kantor Kejaksaan Negeri Bima dan Pengadilan Negeri Bima, Selasa (5/10). Massa aksi menyorot proses hukum Tracking Mangrove yang dibangun oleh Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan yang dinilai sebagai potret buram hukum di Bima.

Kasus Tracking Mangrove, Demonstran Desak APH Bebaskan Feri Sofiyan dari Segala Tuntutan
Aliansi Masyarakat Peduli Pariwisata Kota Bima saat menggelar aksi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Bima. Foto: Bin

Bagaimana tidak, menurut massa aksi, proses hukum kasus tersebut dinilai tebang pilih, karena selain Wakil Walikota Bima juga tidak sedikit oknum warga yang membangun Tracking Mangrove di sekitar kawasan pesisir pantai, namun tidak tersentuh hukum.

“Kami melihat Bapak Feri Sofiyan memiliki tujuan yang baik, membangun pariwisata di daerah menggunakan uang pribadi. Jika pun salah, tidak mestinya tidak diproses hukum seperti ini,” ujar Mujiburahman, salah satu massa aksi saat orasi.

Terhadap proses hukum yang dinilai sarat kepentingan politik tersebut, dirinya mendesak aparat penegak hukum, terutama hakim pengadilan untuk membebaskan Feri Sofiyan dari segala tuntutan yang ada.

“Kalian jangan sekali-kali menciptakan instabilitas daerah. Karena cara yang dilakukan ini sungguh jauh dari penegakan keadilan. Untuk itu, kami sekali lagi meminta agar Bapak Feri Sofiyan dibebaskan dari segala tuntutan,” tegasnya.

Mujiburahman juga mengungkapkan bahwa Feri Sofiyan telah difitnah oleh para pelapor Tracking Mangrove tersebut. Dalam laporannya disebutkan ada sejumlah kerusakan satwa laut di lokasi pembangunan tersebut. Namun saat aparat penegak hukum seperti para hakim dan jaksa turun melihat langsung kondisi Tracking Mangrove, tidak ditemukan lingkungan yang rusak.

Kasus Tracking Mangrove, Demonstran Desak APH Bebaskan Feri Sofiyan dari Segala Tuntutan
Massa aksi membentangkan spanduk sebagai dukungan terhadap kasus yang menjerat Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan. Foto: Bin

Di tempat yang sama, Korlap Aksi Abdul Gani mengatakan, hari ini secara sadar masyarakat turun ke jalan untuk membela Feri Sofiyan. Karena dinilai telah memerhatikan kondisi wisata di daerah.

“Bukan pemerintah yang peduli ini, tapi secara pribadi Bapak Feri Sofiyan telah merubah wilayah Bonto sebagai destinasi wisata baru, tanpa menggunakan APBD,” ungkapnya.

Ia pun melihat, kasus yang menjerat Wakil Walikota Bima itu dipolitisir dan dikriminalisasi. Karena seharusnya ini tidak dilakukan di tengah semangat salah satu putra terbaik daerah membangun pariwisata.

“Kami atas nama masyarakat Kota Bima sangat mendukung apa yang dilakukan oleh Bapak Feri Sofiyan,” pungkasnya.

Sebagai aksi dan solidaritas dan moralitas terhadap Feri Sofiyan, maka pihaknya meminta kepad aparat penegak hukum agar lebih berhati – hati dan bijak menilai. Jangan karena didesak oleh sejumlah kepentingan, maka mengabaikan instabilitas daerah.

*Kahaba-01

 

Kabar Terbaru