oleh

Alat Deteksi Dini Banjir tidak Terkoneksi dengan Command Center

Kota Bima, Kahaba.- Karena intensitas hujan yang masih tinggi, banjir di Kota Bima diperkirakan bakal kembali menerjang sejumlah kelurahan. Banjir ketiga kalinya hari Minggu kemarin saja, sudah merendam puluhan kelurahan. (Baca. Banjir Terjang Sejumlah Kelurahan, Waspada Hujan Hingga Jam 10 Malam)

Alat Deteksi Dini Banjir tidak Terkoneksi dengan Command Center - Kabar Harian Bima
Ruangan Command Center Pemkot Bima dan kondisi banjir di Kota Bima. Foto: Ist

Bagaimana kabar alat deteksi dini bencana banjir yang dimiliki Pemerintah Kota Bima? Karena alat dimaksud berfungsi untuk menginformasikan lebih awal dan sebagai indikator pengambilan kebijakan pemangku kepentingan. (Baca. Banjir Lagi, Ini Wilayah di Kota Bima yang Terdampak)



Menurut Kepala BPBD Kota Bima Hj Siti Jainab, alat deteksi dini bencana banjir aktif, hanya saja saat ini terkendala jaringan. Sehingga tidak bisa terkoneksi dengan Command Center. (Baca. Puluhan Kelurahan di Kota Bima Terendam Banjir)

Baca:   BPBD Gelar Simulasi Tanggap Darurat Bencana

“Iya alatnya aktif, tapi persoalannya jaringan internet terganggu dan tidak bisa konek dengan Command Center,” ungkapnya, Senin (29/11). (Baca. Banjir Gunung di Sambinae, Warga: Walikota tidak Pernah Merespon)

Ditanya apa langkah antisipasi dari pemerintah? diakui Jainab karena teknisi alat deteksi dini tersebut dari LAPAN, jadi sedang memikirkan bagaimana agar alat ini berfungsinya tidak tergantung pada jaringan internet. (Baca. Banjir Berulang di Kota Bima, Amir: Karena APBD tidak Berpihak Perbaiki Lingkungan)

Baca:   BPBD - USAID Adakan Lokalatih Peningkatan Kapasitas Pengurangan Bencana

“Karena LAPAN juga sudah datang pada bulan September dan sudah aman. Mereka memakai modem yang tidak menggunakan jaringan internet di Bima,” jelasnya. (Baca. 3 Kali Banjir Menerjang, Bantuan Tanggap Darurat tak Kunjung Muncul

Ia menambahkan, sampai saat ini pihaknya masih mengupayakan mencari cara untuk penanggulangan, agar bencana banjir bisa diinformasikan lebih awal. Termasuk terus meningkatkan koordinasi dengan BMKG, karena data – data selama ini dari perkiraan cuaca dari BMKG.

Baca:   Kerja Keras Personil Damkar, Hujan dan Terik tak Jadi Halangan Mengabdi

“Ada alat dari BMKG juga yang ditempatkan untuk deteksi dini,” tambahnya. (Baca. Tegalan Hak Milik Masyarakat, Pemkot Bima Hapus Program Perlindungan Mata Air)

*Kahaba-01


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.