oleh

Raker dengan Media, BNNK Bima Bahas Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba

Kota Bima, Kahaba.- Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bima menggelar rapat kerja (Raker) pemberdayaan masyarakat anti narkotika dengan media, di Hotel Marina Inn, Rabu (31/3). Kegiatan itu juga dihadiri, Kepala Loka POM Bima Basuki Rudi Purnomo, Kasat Narkoba AKP Wahyudin serta moderator yang dibimbing Lili Marfuatun.

Raker dengan Media, BNNK Bima Bahas Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba
Raker yang dihelat BNNK Bima bersama sejumlah pekerja media. Foto: Eric

Kepala BNNK Bima AKBP Hurri Nugroho menyampaikan, setiap tahun peredaran dan pengguna narkoba masih cukup tinggi di 3 daerah yaitu Kota Bima, Kabupaten Bima dan Dompu. Maka perlu disikapi dengan melakukan upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, bersama seluruh stakeholder di daerah.

“Untuk memberantas narkoba, tentu kami tidak bisa bekerja sendiri. Maka melalui Raker ini dibutuhkan kerjasama semua pihak, baik itu kalangan pendidikan, pengusaha hingga teman-teman media,” ujarnya.

Hurri menjelaskan, saat ini jumlah penghuni Lapas pada 3 wilayah kerjanya, sekitar 70 sampai 80 persen terkait dengan narkoba, baik itu dari pengedar, pengguna hingga bandar. Maka ini menjadi pekerjaan bersama bahwa untuk menanggulangi masalah tersebut BNNK fokus melakukan upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat.

“Melalui pertemuan dengan insan media inipula, kami ingin mengajak diskusi sekaligus bertukar informasi terkait narkoba. Sehingga bisa menjadi masukan BNNK untuk merumuskan program kerja dalam menanggulangi peredaran obat terlarang,” katanya.

Untuk penanggulangan narkoba kini pihaknya terus intens menjalin komunikasi dengan jajaran eksekutif dan legislatif. Agar pihaknya juga diberikan perhatian berupa anggaran kegiatan, dalam rangka mengoptimalisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Hurri menambahkan, dengan terus dibangunnya sinergitas dan koordinasi lintas instansi pemerintahan, lembaga pendidikan, pengusaha hingga media dapat membantu menekan angka penyalahgunaan dan peredaran narkoba khususnya yang ada di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Bima.

“Kami optimis dengan mendapat dukungan dari stake holder ini, terutama melalui penyebarluasan informasi tentang bahaya narkoba. Maka masyarakat terutama para pelajar, bisa mengetahui bahaya serta dampak dari obat terlarang,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru