Ketua DPRD Pertanyakan Proyek Taman di Lapangan Merdeka Bima

Kota Bima, Kahaba.- Lapangan Merdeka Bima dalam waktu dekat bakal berubah. Kabarnya, eks lapangan Serasuba itu akan disulap menjadi taman kota. Proses pembangunannya pun tengah berjalan.

Seng pembatas tengah Lapangan Merdeka yang hendak dibangun Taman. Foto: Bin

Seng pembatas tengah Lapangan Merdeka yang hendak dibangun Taman. Foto: Bin

Namun ironis, DPRD Kota Bima yang juga bagian dari Pemerintah Kota Bima justeru tidak mengetahui proyek yang bersumber dari APBN itu.

“Kami juga di Legislatif ini Pemerintah. Pemerintah itu bukan hanya eksekutif, tapi ko’ kami tidak pernah diberitahu,” sorot Ketua DPRD Kota Bima, Feri Sofyan, SH, Senin (22/6).

Mestinya, menurut anggota Dewan tiga periode itu, segala proses pembangunan di Kota Bima, DPRD juga diberitahu. Baik itu anggaran yang bersumber dari APBD Provinsi maupun dari APBN.

“Kita yang punya wilayah justru tidak pernah dianggap. Ini sama halnya dengan orang yang tiba – tiba datang bawa semen, material lain dan membangun diwilayah kita,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Pemerintah baik itu Eksekutif maupun Legislatif, dari pusat dan daerah itu sama, hanya saja berbeda fungsi. Namun dalam menjalankan tugas pembangunan, harus memiliki koordinasi yang jelas.

“Ini kami tidak tahu, siapa yang mengerjakannya, berapa anggarannya, proses tendernya seperti apa. Kaget saja ada pembangunan dan seng yang membelah lapangan itu,” katanya.

Duta PAN itu kembali menyorot, terlepas proyek itu nanti akan bagus atau tidak, sebagai bagian dari Pemerintah daerah, DPRD Kota Bima wajib mengetahui pembangunan di daerah.

“Sesuai kewenangan, kita pasti akan mengontrol, mengawasi dan mengkritik jika ada kesenjangan pembangunannya,” tegas Feri.

Tidak hanya proyek taman tersebut, ia menambahkan, banyak proyek yang masuk di Kota Bima tanpa sepengetahuan lembaganya. Seperti bendungan di Kolo, perbaikan jalan Provinsi, proyek Tempat Pengeringan Ikan (TPI) dan Tempat Pembanguan Akhir (TPA) Sampah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bima Ir. Supawarman mengaku, pihaknya sudah meminta kepada PPK proyek tersebut untuk memasang baliho yang memuat gambar proyek tersebut, agar masyarakat tidak bertanya Lapangan tersebut akan dibuat seperti apa. “Sudah saya hubungi PPK nya, agar segera memasang Baliho gambar proyek tersebut,” katanya.

Mengenai anggaran, ia mengaku tidak tahu pasti. Namun yang jelas, jika digabungkan dengan pekerjaan proyek taman di Amahami, totalnya sebanyak Rp 6 Miliar.

Ini proyek untuk penataan bangunan Provinsi dikawasan Istana. Koordinasinya dengan Pemerintah melalui Bappeda atau Dinas tekhnis. “Tapi saya tidak tahu jika belum diberitahu ke DPRD Kota Bima. Nanti akan saya hubungi PPK nya untuk bersurat ke DPRD Kota Bima,” janjinya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Pemuda Bima

    Yang diributkan justru masalah tau ngk tau, rebutan jatah ya….
    ngk ada yg permasalahkan setelah dialih fungsikan jdi taman kota, sholat Idul Fitri & Adha dimna ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *