Kota Bima Harus Ditangani Dengan Hal yang tak Biasa

Kota Bima, Kahaba.- H. Sutarman H. Masrun menilai, menyelesaikan sejumlah persoalan di Kota Bima, tidak dengan cara yang biasa. Perlu gebrakan yang lebih masif, agar pertumbuhan disegala aspek kehidupan Kota Bima bergerak cepat.

H. Sutarman saat silahturahim di Kelurahan Rabangodu Selatan. Foto: Bin

H. Sutarman saat silahturahim di Kelurahan Rabangodu Selatan. Foto: Bin

Pada tiap kesempatan silahturahim dengan warga di beberapa Kelurahan, pria yang memiliki tiga usaha tambang itu sering memberi contoh gebrakan pemimpin di daerah lain, yang sungguh – sungguh mengurus rakyat dan wilayahnya, sehingga mampu berkembang dengan baik.

Ia mencontohkan Kabupaten Banyuwangi telah berkembang dengan pesat. Bahkan pertumbuhan ekonomi mampu melebihi pertumbuhan ekonomi nasional. Padahal, daerah tersebut sebelumnya dinilai daerah yang terbelakang di timur pulau Jawa.

“Untuk itu, wilayah Kota Bima, dengan sejumlah persoalan yang dihadapi rakyat hari ini, perlu penanganan yang tidak biasa, bukan yang biasa – biasa saja,” ujarnya saat silahturahim di Kelurahan Rabangodu Selatan, Minggu (29/5) malam.

Saat ini, menurut dia, daerah lain sudah menunjukan perkembangan dengan grafik yang sangat menggembirakan. Maka, di Kota Bima, untuk Pilkada mendatang, rakyat harus cerdas memilih. Melihat pemimpin dari konsep membangun yang bergerak cepat dan langsung menyentuh masyarakat.

Sutarman melihat, ada banyak persoalan yang butuh penyelesaian dengan cepat di Kota Bima. Seperti masalah perekonomian rakyat yang tidak dirangsang dengan baik oleh Pemerintah. Solusi yang ditawarkannya yakni, memberikan perhatian dengan membantu dengan koperasi yang akan ditangani oleh Badan Usaha Milik Daerah.

H. Sutarman saat silahturahim di Kelurahan Rabangodu Selatan. Foto: Bin

H. Sutarman saat silahturahim di Kelurahan Rabangodu Selatan. Foto: Bin

“Cara ini juga secara tidak langsung bisa menghentikan wabah rentenir berkerah dan rentenir yang ada ditengah – tengah masyarakat,” katanya.

Diera modern seperti ini, sambungnya, ada tiga steakholder yang tidak boleh saling lepas dan jalan sendiri – sendiri. Pertama Pemerintah, kedua dunia usaha dan yang ketiga adalah masyarakat. Jika tiga steakholder itu sejalan, berada dalam satu paket dan tidak saling meninggalkan, maka harapan menuju perekonomian yang lebih baik, bukan tidak sulit untuk diraih.

Persoalan penting yang tidak maksimal dilakukan oleh pemerintah saat ini, menurut dia, tidak memanfaatkan jaringan dan terus belajar pada daerah lain yang telah jauh berkembang. Jika dalam memimpin terus membandingkan dengan kemajuan daerah lain, maka akan muncul motivasi dalam diri yang kuat untuk bisa mengejar ketertinggalan.

“Karena kita tidak boleh terus berjalan di tempat seperti ini, sementara daerah sudah berlari dan terus berlari,” tuturnya.

Diakhir pembicaraan, Sutarman menyampaikan bukan hal yang tidak sulit jika semua dilakukan dengan sungguh – sungguh dan konsep pembangunan yang jelas, yang mendasar dari kebutuhan rakyat. Untuk itu, disela – sela dirinya memperkenalkan diri, ia mengajak untuk bisa bersama – sama dengan dirinya, membangun Kota Bima yang lebih baik dan lebih sejahtera.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *