Demo Kasus Kalaki, IMM Bentrok dan Wartawan Terluka

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kasus tarian erotis dan peredaran miras yang dipertanyakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Bima di kantor Pemerintah Kabupaten Bima lewat aksi demonstrasi berakhir bentrok dengan aparat Kepolisian, Senin, 18 November 2013.

Tuntut Izin Hotel Kalaki Beach ditutup, aktivis IMM bentrok dengan aparat di depan kantor Pemerintah Kabupaten Bima, Senin, 18 November 2013. Foto: MUKMIN

Tuntut Izin Hotel Kalaki Beach ditutup, puluhan aktivis IMM bentrok dengan aparat di depan kantor Pemerintah Kabupaten Bima, Senin, 18 November 2013. Foto: MUKMIN

Sekitar pukul 10.00 Wita, puluhan aktivis IMM mendatangi kantor Pemkab Bima dan menyampaikan aspirasi agar dicabutnya izin Hotel Kalaki Beach yang menyediakan tempat kegiatan promosi rokok Gudang Garam (GG) Mild yang dirangkaikan dengan kegiatan tarian erotis dan peredaran miras  beberapa waktu lalu itu.

Amrin, Kordinator Aksi mengungkapkan, kegiatan di Hotel Kalaki Beach itu sudah menciderai nilai-nilai keagamaan yang ada di Bima.

“Kami datang dan menuntut Bupati Bima untuk menacabut izin Hotel Kalaki Beach,” tandasnya.

Kata dia, persoalan di Hotel Kalaki adalah pelecehan budaya maupun agama yang harus dituntaskan. Untuk itu, Bupati Bima harus menyelesaikan persoalan di Hotel Kalaki Beach dan mencabut izinnya, karena diduga sebagai sarang maksiat.

Saat mahasiswa ingin masuk ke dalam kantor, terjadi aksi dorong dengan petugas. Terlihat ada lemparan batu ke dalam kantor dan memicu bentrokan antar kedua kubu. Gas air mata pun dihempaskan petugas dan aparat mengejar para demonstran. Diduga, aparat represif dan memukul mahasiswa, enam diantaranya dari informasi yang dihimpun, langsung diamankan di Polres Bima Kota.

Dari bentrokan itu, seorang wartawan, Udin Stabilitas mengalami luka robek di kepalanya, diduga terkena lemparan batu. Saat ini, Udin sudah dilarikan ke RSUD Bima untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

Kasus ini sudah menentukan satu tersangka, Syiuman Takdir alias Adi (35) dari pihak Event Organizer (EO) dan berkasnya sudah naik ke Kejaksaan Negeri Raba-Bima.  Sementara itu, dalam tindak pidana pornoaksi, bukan hanya penyedia (EO), pihak pelaku (dancer) dan pihak yang membiayai (GG Mild) maupun penyedia tempat (Hotel Kalaki Beach) harus diproses hukum yang sama.

*AMI | RT

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. as? Salam perjuangan kepada seluruh imawan dan imawati smoga allah meridoi dan memberikan jalan untk menuntaskan masalah itu,krn bagaimanapu dng hadirnya hotel itu kemungkinan besar membawa kerusakan agama dn nilai nilai sosial. Allah hu akbar.

  2. eba

    saya se7 mahasiswa demo,asalkan hati2 dengan penyusup yang ingin menodai perjuangan Mahasiswa,anarkisme bukan suatu keputusan yg baik untuk memecahkan masalah,malah justru akan menmbah masalah,selamat berjuang buat mahasiswa kalau itu murni untuk kemaslahatan umat,dan bukan sebagai ajang untuk unjuk kekuatan fisik,dan menciderai perjuangan yg mulia

  3. Sebelumnya saya salut sama kawan-kawan mahasiswa,
    Sebetulnya teman-teman mahasiswa tidak harus meminta bapak bupati untuk mencabut perizinan cave, cukup menyuruh para anggota DPRD memperketat peraturan penggunaan dan penyebaran miras serta acara-acara yang tidak senonoh yang dipertontonkan oleh pihak pengelola cave setempat.
    Wong yang melakukan itupun sudah diproses secara hukum kok.

  4. Nur Rabiatul Adwiat

    Kami segenap keluarga besar IMM Djasman Al-Kindi Yogyakarta sudah mendapatkan berita tersebut dan sedang kami proses disini, kami juga akan segera mengambil langkah nyata terkait berita kerusuhan tersebut. Saya sebagai Putri Bima sendiri merasa miris dengan berita tersebut.. Insya Allah IMM seluruh Indonesia siap membantu semaksimal mungkin terkait masalah ini. apalagi katanya sampai ada insiden perusakan bendera segala???

    tapi kami disini memohon agar dibeberkan secara gamblang dan juga secara real maupun detail tentang kronologinya. jangan sampai kami ternyata malah membabi buta disni tanpa tahu bagaimana kejadian yang sebenarnya..
    bahkan dalam artikel dikatakan ada batu yang melayang ke dalam kantor, nah itu kita pertanyakan, apa itu batu dari IMMAwan dan IMmawati sekalian??

    Ada kabar juga bahwa IMMawati mendapatkan perlakuan yang tidak sopan dari pihak kepolisiannya?? apakah benar?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *