Ingin Setor Muka, Sejumlah Pejabat “Diusir”

Kabupaten Bima, Kahaba.- Momen silahturahmi warga Kabupaten Bima di kediaman Calon Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri, juga dimanfaatkan sejumlah pejabat Eselon II dan III Setda Kabupaten Bima. Kedatangan pejabat juga untuk memberikan ucapan selamat, atas kemenangan pasangan DINDA pada Pilkada Kabupaten Bima Tahun 2015.

Ketua Tim Pemenangan DINDA lintas Partai, Baharudin. Foto: Noval

Ketua Tim Pemenangan DINDA lintas Partai, Baharudin. Foto: Noval

Namun, kehadiran sejumlah pejabat yang diketahui berpolitik dan mendukung pasangan lain tak mendapat sambutan yang baik. Malah, mereka dicuekin dan terkesan diusir oleh tim pasangan tersebut agar keluar dari kediaman Hj. Indah Damayanti Putri.

Ajang setor muka pejabat tersebut bukan hal yang baru dalam dunia politik, apalagi jika sudah diketahui siapa yang telah berhasil memenangkan pertarungan pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Mereka hadir dan mencoba cari celah untuk mengamankan diri dari momok menakutkan pasca pelantikan kepala daerah terpilih.

Kehadiran sejumlah pejabat yang setor muka di kediaman Hj. Indah Damayanti Putri diakui oleh Ketua Tim Koalisi Pasangan DINDA, Baharudin. Kendati tidak melihat langsung insiden tersebut, namun ia mendapat laporan kedatangan sejumlah pejabat eselon II dan III yang dicuekin oleh tim pasangan DINDA dan diusir.

“Saya mendengar informasi itu. Ada sekitar 3-4 orang pejabat yang hadir dan ikut nimbrung di halaman kediaman Umi Dinda (Sapaan akrab Hj. Indah Damayanti Putri), tapi tidak mendapat sambutan yang baik,” katanya.

Menurut dia, reaksi tim yang ada di halaman kediaman Hj. Indah Damayanti Putri merupakan sikap spontanitas. Sebab, kehadiran sejumlah pejabat cukup mengusik suasana kebahagiaan atas kemenangan pasangan DINDA.

Yang jelas, kata dia, tim menunjukan sikap tersebut bukan atas perintah. Tapi reaksi spontanitas tim yang tidak suka melihat kehadiran sejumlah pejabat, yang diketahui terlibat berpolitik dab mengarahkan massa untuk mendukung pasangan calon lain.

“Sebenarnya tidak ada masalah dengan kedatangan pejabat itu, tapi kami rasa waktunya tidak tepat, karena kami sedang menikmati indahnya kemenangan,” ujarnya.

Ditambahkannya, sikap tim tersebut turut disesalinya. Baharudin pun berharap agar tim pasangan DINDA untuk bisa menahan diri dan tidak kembali melakukan hal yang serupa.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. rully candra

    Kok di usir bukanya mnyambut mreka dgn baik……sharusnya mrka itu di rangkul untuk mnunjukan bahwa dia bisa mnjdi pemimpin,,seorang pemimpin sharusnya tidak boleh bersifat yang sperti itu,itulah efek dr politik mbuat hati sseorang pnuhi oleh bnci…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *