Kasus Jenazah Bayi Asal Waro Viral, Pemda Akhirnya Gratiskan Ambulance

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pemerintah Kabupaten Bima kini mengeluarkan kebijakan menggratiskan layanan ambulance khusus bagi pasien miskin di seluruh Kabupaten Bima. Syaratnya cukup dengan menunjukkan keterangan tidak mampu. (Baca. Tak Mampu Sewa Ambulance, Jenazah Bayi Ini Dipulangkan Pakai Motor)

Wakil Bupati Bima saat inspeksi di RSUD Bima soal kasus bayi asal Monta. Foto: Dok Hum

Kebijakan ini dikeluarkan Wakil Bupati Bima H Dahlan M Noer pasca viralnya kasus jenazah bayi bernama Julkaidah (5 hari) asal Desa Waro Kecamatan Monta yang dipulangkan dengan sepeda motor karena tak punya biaya sewa ambulance.  (Baca. Ihsan Minta Maaf, Begini Cerita Versi RSUD Bima Soal Jenazah Bayi Asal Wora)

Wakil Bupati Bima melakukan inspeksi di RSUD Bima, Kamis (15/3) kemarin usai kunjungan kerja di Kecamatan Wera dan Sape sebagai respon munculnya kasus Julkaidah. (Baca. Inspektorat Turun ke RSUD Bima, Investigasi Soal Jenazah Bayi Dipulangkan Pakai Motor)

Sebagaimana dikutip dari siaran pers Humas Setda Pemerintah Kabupaten Bima, Wabup saat itu juga mengeluarkan kebijakan menggratiskan layanan pengantaran jenazah bagi semua warga kurang mampu di Kabupaten Bima. Untuk mendapatkan layanan gratis ini warga cukup menunjukkan keterangan tidak mampu. (Baca. Pakar: Alasan Miskomunikasi, Perlihatkan Bobroknya RSUD Bima)

Berkaitan dengan kasus yang menuai kecamatan berbagai pihak ini, Dahlan menegaskan bahwa para petugas rumah sakit yang terbukti lalai dalam melaksanakan tugas akan diambil tindakan tegas. Tindakan akan diambil setelah mendapatkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) Tim Inspektorat Kabupaten Bima yang langsung turun pada Kamis itu juga.

“Saya menginstruksikan agar ke depan,  pelayanan dasar pada semua unit layanan untuk pasien dan pengunjung harus dilakukan secara cepat dan tanggap,” tegasnya. (Baca. Komisi IV: Kita Alokasi Rp400 Juta Untuk Pasien Miskin, Dikemanakan?)

Pelayanan dasar kesehatan terutama di RSUD kata dia, tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. Untuk itu, kasus pemulangan jenazah menggunakan sepeda motor menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah khususnya jajaran rumah sakit untuk terus memberikan pelayanan terbaik.

*Kahaba-03

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *