Malam Ini Warga Rabadompu Datangi Polres, Desak Tangkap Pelaku Penusukan Amar

Kota Bima, Kahaba.- Tuntut dan desak pelaku utama penusukan dengan anak panah terhadap Arman pelajar asal Rabadompu Timur, tadi malam. Ratusan warga Rabadompu Timur mendatangi Kantor Polres Bima Kota, Jumat malam ini (10/5). (Baca. Pemuda ini Dipanah Orang tak Dikenal)

Warga Rabadompu Timur saat mendatangi Kantor Polres Bima Kota. Foto: Deno

Salah satu Pemuda Rabadompu Timur Arif Rahman menyampaikan, tujuan kedatangan mereka mendesak kepolisian segera tangkap pelaku utama dan ditetapkan sebagai tersangka. Warga mendesak, besok pelaku utama harus ditangkap dan diproses. Jika tidak maka akan terjadi konflik.

“Kami tegaskan  pada pihak kepolisian, besok pelaku utama harus segera ditangkap dan ditetapkan tersangka,” desaknya.

Kata Arif, malam ini pihaknya ingin bertemu langsung dengan Kapolres, untuk mendengarkan secara langsung sikap dan ketegasan polisi dalam mengungkap kasus tersebut. Pihaknya tidak akan pulang sebelum bertemu dengan Kapolres Bima Kota.

Sementara Itu Kasat Reskrim Polres Bima Kota IPTU Hilmi Manossoh Prayugo melalui KBO Sat Reskrim IPDA Husnaini mengaku sudah mengamankan 13 orang dari wilayah Rasanae Barat. Mereka pun sudah dimintai keterangan hingga mengambil sidik jarinya. Besok rencananya akan memanggil 3 orang teman korban untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

“Dari jumlah yang diperiksa, ada 1 orang yang diduga kuat sebagai pelaku. Sementara pelaku utamanya memang belum ditangkap, tapi kami sudah mengantongi identitasnya,” katanya.

Dengan kedatangan warga malam ini, ia mengaku konsentrasi polisi terpecah untuk mengungkap kasus dimaksud. Ia meminta agar warga mempercayakan pada polisi agar segera mengungkap dengan cepat.

“Kami minta warga bersabar, biarkan polisi bekerja, agar persoalan ini cepat diungkap,” harapnya

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *