Dompu Jadi Pasar Narkotika dan Tramadol

Kabupaten Dompu, Kahaba.- Kabupaten Dompu saat ini menjadi pasar yang sangat menggiurkan bagi para bandar dan pengedar narkoba. Tidak tanggung – tanggung, transaksi narkoba bisa mencapai angka Rp 91 juta dalam sehari.

Kapolres Dompu AKBP Erwin Suwondo SIK, MIK, saat konferensi pers di Mapolres Dompu. Foto: Ist

“Berdasarkan pengakuan mereka yang ditangkap, transaksinya mencapai Rp 91 juta per hari,” ungkap Kapolres Dompu AKBP Erwin Suwondo SIK, MIK dalam jumpa pers dengan sejumlah wartawan beberapa hari yang lalu.

Tidakh hanya itu, kapolres juga mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2018 sedikitnya berhasil diungkap 26 kasus narkoba. Karenanya dia mengajak seluruh elemen masyarakat Dompu untuk bersama – sama memerangi perederan narkoba, dengan cara memberikan laporan kepada pihak Kepolisian manakala mendapatkan informasi tentang kepemilikan dan peredaran narkoba.

”Dompu sekarang menjadi ladang buat bandar dan pengedar barang haram itu, terbukti dengan tingginya transaksi narkoba,” bebernya.

Selain itu, dirinya juga membeberkan terkait dengan adanya penangkapan bandar Tramadol, pada (25/9) lalu, dengan barang bukti sebanyak 3.500 butir. Itu menjadi bukti bahwa Kabupaten Dompu masih menjadi pasar empuk untuk penjualan barang ilegal tersebut.

Secara terpisah, Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dikes Abubakar Husein membenarkan bahwa obal Tramadol masih ada di lingkungan Kabupaten Dompu. Namun, menurutnya jenis produksi Tramadol ini adalah home industri atau produksi rumahan.

“Coba lihat kasus penangkapan Tramadol, tidak pernah berkedok perusahaan” paparnya.

Kekhawatiran terhadap pengedaran obat yang dapat merusak akal sehat tersebut dalam beberapa artikel kesehatan mengungkapkan, tramadol sejatinya adalah obat kimia yang diberikan kepada pasien setelah menjalani operasi.

”Apabila digunakan secara berlebihan, maka akan berpengaruh terhadap kinerja otak dan menyebabkan halusinasi, bahkan gagal ginjal,” jelasnya.

Abubakar menambahkan, untuk menanggulangi hal tersebut, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi tentang bahaya obat obatan terlarang, ia juga mengimbau kepada orang tua agar lebih mengontrol pergaulan anaknya.

“Kami berharap orang tua atau keluarga, menjadi tameng utama untuk memerangi narkoba, khususnya jenis Tramadol,” papar Abubakar.

*Kahaba 09

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *