Maling Motor, Oknum Pegawai Rutan Bima dan Mahasiswa Ditembak Polisi

Kota Bima, Kahaba.- Mencuri sepeda motor, oknum pegawai Rutan Bima YM (36) asal Kelurahan Jatiwangi dan oknum mahasiswa JM (26) asal Desa Dena ditembak polisi karena melawan saat hendak ditangkap, Sabtu (5/5) dini hari.

Oknum pegawai Rutan Bima dan mahasiswa (Duduk) diamankan. Foto: Dok Polres Bima Kota

“Kedua pelaku sempat baku tembak dengan Tim Opsnal sebelum dilumpuhkan dan ditangkap,” ujar Kasubbag Humas Polres Bima Kota IPDA Suratno.

Kata Suratno, berdasarkan laporan Polisi LP/K/165/V/2018/NTB/RES Bima Kota, tentang hilangnya sepeda motor milik Salman Alfarizi. Saat Tim Opsnal patroli disekitar wilayah Kota Bima, tim mencurigai 2 orang sedang menggeret sepeda motor di samping PLN kemudian menahannya.

Namun, kedua pelaku langsung membuang sepeda motor tersebut dan melarikan diri. Saat dikejar, salah satu pelaku mengeluarkan pistol airsoft jenis senjata revolver dan menembaki polisi.

“Pelaku berhasil ditangkap dan sudah diamankan di Polres Bima Kota untuk diproses lebih lanjut,” katanya.

Barang bukti yang diamankan sebutnya, sepeda motor yang dicuri merk XEON Nopol EA 5382 PA dan 1 unit sepeda motor Yamaha MIO SOUL GT warna putih Hitam EA 3394 SL yang digunakan pelaku.

Kemudian barang bukti lain yang juga diamankan adalah uang kertas dari Malaysia, uang rupiah, kunci leter T, anak kunci leter T, 1 buah airsoft jenis senjata revolver dan 200 butir peluru airsoft dan sejumlah barang bukti lain.

Sementara itu Kepala Rutan Bima H Abdul Halik membenarkan kalau YM merupakan salah satu pegawainya. Karena itu ulahnya sendiri di luar urusan lembaga, maka harus diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

“YM itu pegawai yang malas masuk kantor dan sering mengabaikan tugas penjagaan,” ungkapnya.

*Kahaba-05

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *