oleh

Komen Lapak Lapangan Pahlawan, DJ: Itu Kabid Paling Sok Pintar se-Kota Bima

-Kabupaten Bima-Dibaca 15 kali

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kota Bima Sudirman DJ angkat bicara soal pernyataan PPK Pembangunan Lapak Lapangan Pahlawan Raba, sekaligus Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kota Bima, terkait kalimat “Tiap Kepala Beda Cara Menilai”. (Baca. Soal Estetika Lapak Lapangan Pahlawan, PPK: Tiap Kepala Beda Cara Menilai)

Komen Lapak Lapangan Pahlawan, Dj: Itu Kabid Paling Sok Pintar Se-Kota Bima - Kabar Harian Bima
Anggota dprd kota bima sudirman dj. Foto: bin

Ia pun menyayangkan statement PPK yang ramai diberitakan sejumlah media massa tersebut. Pernyataan itu seolah – olah pekerjaan bangunan lapak tersebut tidak menggunakan uang rakyat, tapi uang pribadinya PPK. (Baca. Sorot Bangunan di Lapangan Pahlawan, Dewan: Tidak Sesuai Estetika dan Ekspektasi)



“Saya melihat komentar PPK sekaligus Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kota Bima ini aneh saja. Ko melihat sebuah estetika dari sudut pandang pribadi. Ini proyek pemerintah mas, bukan proyek pribadi Kabid itu,” tegasnya, Rabu (27/1). (Baca. Komisi III Pertanyakan Penggunaan Seng Lapak Lapangan Pahlawan)

Mestinya menurut DJ – sapaan akrabnya – PPK itu memaparkan perencanaannya dari awal sampai pekerjaan sekarang. Bukan mengeluarkan pernyataan soal estetika itu tiap kepala beda cara menilai.

“Emang ini untuk kepentingan pribadi dia, memangnya uang dia yang dipakai, ini uang pemerintah,” katanya.

Sepanjang untuk kebutuhan masyarakat sambung Duta Partai Gerindra itu, memang lapak seperti itu perlu dibangun. Tapi tidak begitu juga bentuk lapaknya. Tapi ada perencanaan yang baik, tidak dikeliling seng seperti itu.

Sehingga bangunan yang direncanakan enak dipandang dan masyarakat juga bisa menikmati. Apalagi tempat – tempat rekreasi dalam kota ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Bukan bekerja lantas hanya ingin menghabiskan anggaran semata. Makanya saya melihat ini Kabid paling sok pintar se-Kota Bima ini. Semua ditahu sama orang ini, mau di bidang manapun ia tahu semua,” ungkapnya.

Melihat kondisi bangunan yang dipenuhi seng sambung DJ, perencanaan yang dibuat ini asal-asalan. Jika ada maksud akan ada penambahan, lalu dapat dibongkar di kemudian hari, sama halnya menghabiskan uang rakyat dan kemudian menguntungkan pihak – pihak tertentu.

“Kalau hanya untuk bangun kemudian dibongkar, mau jadi apa daerah ini,” kesalnya.

DJ menambahkan, Bima ini daerah panas. Sementara bangunan itu hampir semuanya seng. Lantas siapa yang mau jual dan beli di sana.

“Ini ko’ aneh aneh saja, kita ini bukan daerah Bogor atau daerah lain yang suasanya sejuk,” pungkasnya.

*Kahaba-01


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru